HitzSerpong – Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa Bank Banten harus menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat, sekaligus instrumen strategis pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Pernyataan ini disampaikan usai pembukaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Rabu 21 Januari 2026.
Andra Soni mengapresiasi tren pertumbuhan positif yang dicapai Bank Banten sepanjang 2025.
Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme pengelolaan, serta mendukung langkah penempatan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) di bank tersebut.
“Pengelolaan RKUD merupakan upaya optimalisasi potensi keuangan di Provinsi Banten. Bank Banten harus menjadi identitas warga Banten, karena dari identitas inilah kita menuju produktivitas yang berkualitas,” ujarnya.
**Baca Lainnya: Struktur Kepemimpinan Lengkap, KEK ETKI Banten Siap Masuki Fase Akselerasi Investasi
Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, memaparkan capaian kinerja hingga akhir 2025.
Aset bank tercatat menembus Rp10 triliun dengan penyaluran kredit lebih dari Rp5 triliun. NPL (non-performing loan) neto tetap terjaga di bawah 5 persen, sesuai aturan OJK.
Busthami juga memastikan tidak ada kendala permodalan karena mekanisme Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jatim telah efektif.
Sinergi ini akan dioptimalisasi pada 2026, mencakup transformasi SDM dan peningkatan kapasitas teknologi informasi.
RUPS LB juga menyetujui perubahan susunan pengurus, termasuk pengunduran diri Direktur Bisnis dan Transformasi, serta penambahan satu komisaris perwakilan Pemprov Banten.(eka)






