HitzSerpong-Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan rasa syukurnya atas pelaksanaan Idulfitri 1447 H di wilayahnya yang berlangsung penuh keharmonisan.
Ia menilai, masyarakat Tangsel telah menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan, baik antarumat Muslim maupun dengan umat lain yang merayakan hari besar keagamaan.
“Alhamdulillah, masyarakat muslim di Tangerang Selatan melewati Idulfitri dengan seluruh keimanannya. Ini terbukti bahwa perbedaan-perbedaan, baik perbedaan di antara sesama umat Muslim yang Lebaran kemarin, Lebaran hari ini, bahkan dengan umat lain yang mengadakan hari Nyepi, kemudian sebelum puasa juga ada perayaan yang lain, itu semuanya bisa kita terima, bisa kita lewati dengan baik, dengan harmonis,” ujar Benyamin.
Menurutnya, kondisi ini menandakan bahwa pembangunan di Kota Tangerang Selatan—baik mental, spiritual, fisik, maupun materiil—berjalan secara seimbang.
Baca lainnya:
Resmi! Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026
Zakat Terkumpul Ratusan Juta per Masjid
Benyamin juga menyoroti besarnya potensi zakat yang terkumpul di masjid-masjid selama Ramadan. Ia menyebut, setiap masjid di Tangsel rata-rata mengumpulkan zakat fitrah, infak, sedekah, dan zakat mal hingga lebih dari Rp200 juta.
“Di masjid ini saja terkumpul seluruh bukti ketakwaan kepada Allah melalui zakat fitrah, melalui infak, melalui sedekah, melalui zakat mal, dan sebagainya, sedemikian besar. Tadi 200 juta lebih tiap masjid dan tentu akan disalurkan kepada yang berhaknya. Ini bukti juga bahwa Tangerang Selatan sesuai dengan motonya, ‘Cerdas, Modern, dan Religius’, secara mantap dan perlahan terus berkembang,” jelasnya.
Kondusivitas Wilayah Terjaga Sepanjang Ramadan hingga Lebaran
Menjawab pertanyaan wartawan mengenai kondusivitas wilayah selama Ramadan hingga Lebaran, Benyamin menegaskan bahwa tidak ada gesekan horizontal yang berarti di masyarakat. Ia mengapresiasi kepatuhan masyarakat terhadap imbauan pemerintah, kepolisian, serta para ulama.
“Tadi malam saya berpatroli dengan Pak Kapolres, Pak Kapolsek, dan Pak Danramil dengan beberapa teman-teman yang lain, itu juga sama sekali tidak ada gesekan-gesekan horizontal di antara masyarakat. Artinya imbauan pemerintah, imbauan Polres, imbauan Polri begitu, itu dipatuhi oleh seluruh masyarakat. Demikian juga dengan imbauan para alim ulama kepada masyarakat untuk tidak bersifat ria, memasang petasan, konvoi, dan lain sebagainya. Ini alhamdulillah tidak terjadi di Tangerang Selatan,” ungkapnya.
Baca lainnya:
Konglomerat Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia
Pembangunan Cerdas, Modern, Religius Tepat Sasaran
Benyamin menegaskan bahwa konsep pembangunan “Cerdas, Modern, Religius” yang menjadi motto Kota Tangerang Selatan terbukti tepat untuk masyarakat modern saat ini.
Keharmonisan yang terjaga selama Ramadan hingga Lebaran menjadi bukti bahwa pembangunan mental dan spiritual berjalan beriringan dengan pembangunan fisik dan materiil.
“Ini menandakan bahwa sekali lagi konsep pembangunan ‘Cerdas, Modern, Religius’ di Tangerang Selatan tepat sekali untuk masyarakat modern saat ini,” tutupnya.(eka)







