Wali Kota Tangsel Tekankan Peran Vital UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Lokal

Hitz Serpong – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk terus berinovasi dan memanfaatkan fasilitas pemerintah guna mengembangkan usaha.

Hal ini disampaikan dalam acara Halal Bihalal bersama Koperasi Syariah Tangsel Berkibar di Serpong.

UMKM Sebagai Penggerak Ekonomi Tangsel

Benyamin menegaskan bahwa UMKM merupakan ‘tulang punggung perekonomian’ Tangsel, dengan jumlah pelaku usaha mencapai hampir 100.000 orang.

Sektor utama yang digeluti meliputi kuliner, fashion, dan kerajinan tangan.

“UMKM adalah usaha mandiri kreatif yang menjadi penggerak ekonomi daerah. Pemerintah akan terus mendukung perkembangan mereka,” ujar Benyamin.

**Baca juga: Pemkot Tangsel Percepat Penanganan Banjir di Maharta dengan Program Terintegrasi

Benyamin menyoroti pentingnya ekonomi kreatif dalam mendorong pertumbuhan lokal, mengingat Tangsel dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa.

Fasilitas Pemerintah untuk Pengembangan UMKM

Benyamin mengajak pelaku UMKM memanfaatkan Gedung UMKM dan Gedung Ekonomi Kreatif yang telah disediakan Pemkot Tangsel sebagai sarana pemasaran produk, pengembangan usaha, serta kolaborasi antar-pelaku bisnis.

“Kami ingin memastikan setiap pelaku UMKM di Tangsel punya ruang untuk tumbuh. Manfaatkan fasilitas yang ada, pemerintah hadir untuk mendukung,” jelasnya.

Dorongan Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha

Wali Kota menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan UMKM untuk menciptakan ekosistem bisnis yang kuat.

Benyamin menjelaskan dukungan dari pemerintah yang diberikan meliputi pelatihan dan pendampingan, akses permodalan, dan promosi produk melalui platform digital.

“Kolaborasi adalah kunci. Dengan kerja sama yang baik, UMKM Tangsel bisa semakin maju dan bersaing di pasar yang lebih luas,” terangnya.

Tantangan dan Peluang UMKM Tangsel ke Depan

Meski jumlah pelaku UMKM terus bertambah, Benyamin menyadari masih ada tantangan seperti persaingan pasar yang ketat, keterbatasan akses modal, dan perluasan jaringan pemasaran.

Namun, dengan dukungan penuh dari pemerintah, peluang untuk berkembang tetap terbuka lebar. (Eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *