HitzSerpong—Ketua Umum (Ketum) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menegur keras PWI Kota Tangsel versi Edy Riyadi atas peredaran proposal permintaan dana yang mengatasnamakan kegiatan pelantikan pengurus PWI Pusat.
Munir telah meminta klarifikasi langsung kepada Ketua PWI Banten, Rian Nopandra, mengenai proposal tersebut.
“Ketua PWI Banten sudah menegur keras Ketua PWI Tangsel (Edy Riyadi). Menurutnya, Ketua PWI Tangsel mengaku salah dan menyampaikan permintaan maaf,” tegas Munir dalam keterangan resminya, ditulis Kamis (2/10/2025).
Munir juga memastikan bahwa PWI Pusat akan mengeluarkan surat teguran resmi atas insiden ini.
“Saya juga minta Ketua PWI Banten untuk memberikan surat teguran resmi, bahwa hal itu salah dan tidak boleh diulangi lagi,” tegasnya.
**Baca Lainnya: Soal Dualisme PWI di Banten, Ketum Tegaskan Akan Selesai Semuanya
Lebih lanjut, Munir meluruskan bahwa dalam acara pengukuhan pengurus PWI Pusat periode 2025–2030 di Solo, undangan resmi hanya diberikan kepada ketua PWI provinsi.
“PWI Pusat dalam pengukuhan di Solo memang hanya mengundang Ketua PWI Provinsi, tidak mengundang PWI kabupaten/kota,” jelasnya.
Sebagai langkah penanganan ke depan, Munir mengungkapkan bahwa PWI Pusat telah membentuk tim khusus untuk menyelesaikan persoalan dualisme organisasi di sejumlah daerah.
“Saya sudah bentuk tim penyelesaian dualisme. Mereka sekarang masih bekerja, dengan deadline sampai akhir Oktober 2025,” tutupnya.
Insiden ini bermula dari beredarnya proposal yang ditandatangani Edy Riyadi sebagai Ketua PWI Tangsel dan Dari Virgo sebagai sekretaris, yang berisi permohonan dana untuk membiayai 50 orang menghadiri pengukuhan PWI Pusat di Surakarta.(eka)






