HitzSerpong – Pengawas Farmasi dan Makanan pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tangerang, Kukuh Febrianto, menekankan empat pilar kunci untuk memastikan keamanan pangan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Empat tahapan ini, mulai dari penerimaan bahan baku hingga pendistribusian, harus dilakukan secara ketat untuk mencegah makanan basi dan berubah menjadi racun.
“Yang pertama harus dilihat untuk penerimaan bahan bakunya harus di cek kualitasnya,” ujar Kukuh kepada hitzserpong.com di Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (18/10/2025).
Dirinya mencontohkan, bahwa pengecekan telur yang minimal harus utuh, tidak retak, dan tidak busuk.
Lalu, penerimaan bahan baku yang berkualitas menjadi pondasi pertama dalam menghasilkan pangan yang aman dikonsumsi.
Pilar kedua adalah penyimpanan. Kukuh menyoroti pentingnya suhu penyimpanan yang tepat untuk bahan-bahan tertentu.
“Contoh daging, itu harus disimpan beku itu minus 18 derajat,” jelasnya.
Ia juga menekankan untuk tidak menyimpan bahan terlalu lama dan melakukan pengecekan berkala minimal tiga hari sekali untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga.
**Baca Lainnya: BGN Regional 2 Gelar Bimtek Penjamah Makanan untuk Program MBG di Tangerang
Tahap ketiga yang tidak kalah krusial adalah pengolahan, Kukuh menegaskan bahwa untuk program MBG, makanan harus dimasak hingga 100 persen matang.
“Misalkan telur setengah matang itu tidak boleh harus 100 persen matang untuk mencegah terjadinya cemaran mikroba bakteri,” tegasnya.
Aturan yang sama berlaku untuk sayuran yang harus dimasak matang guna membunuh kuman dan meminimalisir risiko keracunan pangan.
Pilar terakhir adalah pendistribusian yang tepat waktu.
Kukuh memberikan patokan waktu yang sangat jelas. “Jadi jangka waktu 2 sampai 3 jam untuk pangan itu setelah selesai dimasak sampai 3 jam itu harus segera dimakan,” ungkapnya.
Batas waktu ini menjadi critical point untuk mencegah pertumbuhan bakteri pada makanan yang telah matang.
Di luar keempat pilar teknis tersebut, Kukuh juga menekankan pentingnya praktik kebersihan personal.
“Pesan-pesan yang saya sampaikan itu minimal itu mencuci tangan sebelum mengolah pangan, apapun tugas mereka di dapur MBG harus mencuci tangan,” terangnya.
Menurutnya, lraktik sederhana ini menjadi langkah preventif dasar yang sering terabaikan.
Dengan diterapkannya empat pilar keamanan pangan ini secara disiplin, diharapkan program MBG dapat benar-benar memberikan manfaat gizi tanpa diiringi risiko keracunan yang dapat membahayakan kesehatan penerima.(eka)












