HitzSerpong – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) meluncurkan program “Sekolah Ibu”, sebuah inisiatif pendidikan alternatif bagi warga yang tidak sempat menyelesaikan pendidikan formal.
Program ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Benyamin Davnie di Kelurahan Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong.
Benyamin menjelaskan bahwa Sekolah Ibu hadir untuk menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat yang masih tertinggal, meski Tangsel dikenal sebagai kota dengan pertumbuhan ekonomi tinggi.
“Sekolah Ibu ini untuk orang yang tidak sempat bersekolah di sekolah formal. Pendidikan adalah kunci segalanya, kunci kemajuan,” ujarnya ditulis Kamis (27/11/2025).
Meski dinamakan Sekolah Ibu, Benyamin menekankan bahwa program ini terbuka bagi seluruh warga yang membutuhkan kesempatan kedua untuk belajar.
**Baca Lainnya: Sekda Tangsel: HUT ke-17 Momentum Perkuat Kolaborasi Wujudkan Kota Maju dan Terarah
Gagasan ini berawal dari diskusi dengan istrinya setelah melihat masih banyak warga yang membutuhkan ruang belajar inklusif.
“Betul bahwa di Tangerang Selatan masih ada masyarakat yang kurang beruntung dan tidak sempat mengenyam pendidikan. Sekolah Ibu ini diharapkan menjadi solusi,” jelasnya.
Benyamin mengapresiasi peran aktif kaum perempuan dalam melahirkan program yang memiliki manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Tangsel. Kolaborasi antardinas juga akan dilakukan untuk memperluas manfaat sekolah ini.
“Rintangan pasti ada, tapi itu justru memaksa kita untuk terus kreatif,” ucap Benyamin.
Sementara itu, Ketua GOW Tangsel sekaligus penggagas Sekolah Ibu, Tini Indrayanti, menyampaikan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap warga yang putus sekolah karena alasan ekonomi maupun kekerasan dalam rumah tangga.
“Nama Sekolah Ibu dipilih karena ibu adalah simbol kehidupan, pembelajaran, dan kasih sayang. Filosofi itulah yang menjadi landasan,” ungkap Tini.
Sekolah Ibu menyediakan berbagai kelas, mulai dari literasi baca-tulis-hitung, keterampilan digital dasar, pendampingan psikologis, hingga pelatihan wirausaha dan link and match dengan dunia usaha.
Tini menambahkan bahwa peresmian program ini bukan akhir, melainkan awal langkah besar dalam mewujudkan kota yang lebih adil dan inklusif. Ia mengajak semua pihak untuk terlibat dalam gerakan ini.
“Pendidikan bukan hanya tentang belajar, tetapi tentang memulihkan hidup, membuka jalan, dan meningkatkan martabat manusia,” tutupnya.
Kehadiran Sekolah Ibu diharapkan dapat menjadi rumah dan harapan bagi warga Tangsel yang membutuhkan kesempatan kedua dalam mengakses pendidikan, sekaligus wujud nyata komitmen Pemkot Tangsel dalam menciptakan kota yang berkeadilan sosial.(eka)






