HitzSerpong – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan (Dikbud Tangsel) telah menonaktifkan sementara seorang guru di SD Negeri Rawabuntu 01, Yayat Priatna, yang diduga melakukan pencabulan terhadap 17 murid.
Langkah ini diambil untuk mencegah potensi amarah masyarakat dan orang tua korban.
Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdikbud Tangsel, Rudi Dermawan, menyatakan bahwa penonaktifan dilakukan segera setelah pihak sekolah melaporkan dugaan kekerasan seksual tersebut.
“Sementara dinonaktifkan dulu biar si terduga pelakunya tidak ada di sekolah, untuk menghindari (amarah) dari masyarakat, terutama orang tua korban di situ,” kata Rudi, ditulis Selasa (20/1/2026).
**Baca Lainnya: UPTD PPA Tangsel Berikan Pelayanan Psikolog ke Korban Pelecehan oleh Oknum Guru
Dikbud Tangsel telah berkoordinasi dengan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) untuk memastikan kasus ini dilaporkan secara resmi ke aparat penegak hukum.
Saat ini, jumlah korban yang terdata sebanyak 17 siswa, meskipun belum dapat dipastikan apakah akan bertambah.
Rudi juga membantah keras isu bahwa pihak sekolah atau Disdikbud berupaya menutupi kasus ini. Ia menegaskan bahwa proses hukum sedang berjalan sesuai tahapan yang berlaku.
Diberitakan sebelumnya, Belasan bocah SD di Serpong diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum guru.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Tri Purwanto saat dikonfirmasi oleh hitzserpong.com, Senin 19 Januari 2026.(eka)










