HitzSerpong – Kelurahan Pakualam, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) , menargetkan pembangunan 3.300 lubang biopori pada tahun 2026 sebagai bagian dari solusi penanganan sampah organik.
Target ini akan dicapai melalui kombinasi anggaran kelurahan, dana Corporate Social Responsibility (CSR), dan partisipasi masyarakat.
Lurah Pakualam, Sukron Makmun menjelaskan bahwa dari target tersebut, saat ini yang sudah terakomodasi dalam anggaran kelurahan sekitar 1.100 biopori.
**Baca Lainnya: Pemkot Tangsel Targetkan Tiap Kelurahan Bangun 1.000 Lubang Biopori
Kekurangannya akan dipenuhi melalui kerja sama dengan CSR dan swadaya masyarakat.
“Kalau untuk target kemarin itu kita 3.300 biopori. Cuma yang baru terakomodir anggaran ini kurang lebih 1.100 sekian. Nanti tetap kita yang tidak termasuk dalam kondisi anggaran, kita bersama-sama CSR, dengan masyarakat sehingga target itu terpenuhi,” ujar Sukron, Kamis (22/1/2026).
Target pembagiannya adalah satu biopori untuk setiap rumah tangga di seluruh RW.
Meski mengakui adanya kendala keterbatasan lahan di beberapa rumah, Sukron menegaskan upaya maksimal akan dilakukan untuk memastikan setiap rumah memiliki biopori.
Kelurahan sendiri telah memulai dengan membuat sejumlah biopori percontohan berukuran cukup besar sebagai langkah awal.(eka)










