Investasi Banten Tembus Rp130,2 Triliun di 2025

HitzSerpong – Pemerintah Provinsi Banten mencatat realisasi investasi yang melampaui target pada tahun 2025, dengan total Rp130,2 triliun atau 108,95 persen dari angka yang ditetapkan.

Capaian ini didorong oleh lonjakan signifikan pada Triwulan IV yang menjadi pengungkit utama kinerja semester kedua.

Data tersebut dirilis dalam Rapat Koordinasi di Rahaya Resort Banten, Kabupaten Lebak

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menyoroti pentingnya menjaga iklim usaha yang kondusif untuk mempertahankan tren positif ini.

Ia mengajak semua pihak, termasuk masyarakat, untuk tidak mengganggu aktivitas investasi.

“Saya meminta kepada masyarakat untuk tidak mengganggu investasi. Jika investasi diganggu, hal itu akan menjadi kontraproduktif. Kita justru ingin menarik minat para investor,” ujarnya.

Ia juga menekankan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan investasi membawa manfaat nyata, seperti penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

**Baca Lainnya: 

Prioritaskan Bina Atlet, Banten Targetkan Menjadi Tuan Rumah PON 2032

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banten, Virgojanti menjelaskan bahwa realisasi investasi pada Triwulan IV 2025 mencapai Rp38,6 triliun, tumbuh signifikan dan menjadi pendorong capaian akhir tahun.

“Angka ini menjadi pengungkit utama capaian Semester II,” kata Virgojanti.

Secara kumulatif tahun 2025, realisasi investasi terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp73,20 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp56,96 triliun, dengan total 31.185 proyek.

Sektor industri kimia dan farmasi masih menjadi kontributor terbesar, diikuti oleh sektor transportasi, pergudangan, telekomunikasi, serta perumahan dan kawasan industri.

Dari sisi wilayah, Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon tetap menjadi pusat utama penanaman modal.

Virgojanti juga menyoroti tren positif investasi berbasis hilirisasi, yang pada Triwulan IV menyumbang Rp17,5 triliun atau sekitar 45,33 persen dari total investasi periode tersebut.

Secara tahunan, kontribusi hilirisasi mencapai Rp41,3 triliun.

“Realisasi ini menunjukkan bahwa investasi tidak hanya tumbuh dari sisi nilai, tetapi juga berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja yang sepanjang tahun 2025 mencapai 214.216 orang,” tutupnya.(eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *