Nyeri di Tumit Belakang? Waspadai Cedera Tendon Achilles

HitzSerpong – Nyeri di bagian belakang tumit, terutama saat bangun tidur atau memulai aktivitas, bisa menjadi tanda cedera pada tendon Achilles.

Tendon ini merupakan tendon terbesar dan terkuat di tubuh manusia, yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit dan berperan vital dalam berjalan, berlari, dan melompat.

Menurut dr. Siti Shalihah Suriadiredja, Sp.KO, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di RS Premier Bintaro, cedera ini cukup sering terjadi, khususnya pada mereka yang aktif berolahraga seperti pelari, pemain basket, atau futsal.

”Cedera tendon Achilles dapat mengganggu mobilitas dan kualitas hidup jika tidak ditangani dengan tepat,” ujar dr. Siti.

Faktor Risiko dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko cedera, antara lain:

· Peningkatan intensitas latihan secara tiba-tiba.
· Penggunaan sepatu olahraga yang tidak sesuai.
· Otot betis yang tegang dan kurang fleksibel.
· Kelainan struktur kaki, seperti flat foot.

**Baca Lainnya:

Tips Aman Menggunakan AC untuk Kesehatan Tubuh dari Dokter Spesialis Jantung

Cedera dapat bervariasi dari peradangan (tendinitis) hingga robekan parsial atau total. Gejala yang umum dirasakan meliputi:

· Nyeri dan kaku di belakang tumit, terutama di pagi hari.
· Rasa sakit yang memburuk saat berlari, melompat, atau naik tangga.
· Penebalan pada tendon.
· Pada robekan total, dapat disertai bunyi “pop” dan ketidakmampuan untuk berdiri jinjit.

Penanganan Awal dan Komprehensif

Penanganan awal berfokus pada mengurangi nyeri dan mencegah kondisi memburuk, dengan cara mengistirahatkan kaki, mengompres dengan es, serta penggunaan alat bantu seperti insole khusus.

”Pada kondisi kronis atau robekan berat, tindakan lanjutan hingga pembedahan mungkin diperlukan berdasarkan evaluasi dokter,” jelas dr. Siti.

Rehabilitasi Terarah di Orthosports Wellness Center

Untuk pemulihan yang optimal, RS Premier Bintaro melalui Orthosports Wellness Center menyediakan program rehabilitasi terintegrasi. Program ini mencakup:

· Latihan eksentrik untuk penguatan otot betis.
· Peregangan otot yang terarah.
· Latihan penguatan fungsional bertahap.
· Evaluasi biomekanik kaki dan pola berjalan.

Program dirancang sesuai tingkat keparahan cedera dan kebutuhan pasien, untuk mempercepat pemulihan dan mencegah cedera berulang.

Kapan Harus ke Dokter?

Masyarakat disarankan segera berkonsultasi jika mengalami nyeri di belakang tumit lebih dari satu minggu, atau nyeri tajam yang disertai kelemahan saat berjalan.

”Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah kerusakan tendon lebih lanjut dan menghindari tindakan operasi,” terangnya.

Untuk diagnosis dan penanganan yang tepat, masyarakat dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kedokteran olahraga atau penyakit dalam di RS Premier Bintaro.(eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *