HitzSerpong – Gubernur Banten Andra Soni terus mendorong pengelolaan sampah organik dari sumber dengan menyalurkan bantuan Toren Pengolah Pupuk Organik Cair (POC) dan Biogas ke sejumlah Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan bank sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Langkah ini merupakan upaya konkret untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Salah satu penerima bantuan adalah TPS3R di Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara.
Fasilitas ini diharapkan dapat memproses sampah organik rumah tangga langsung di lingkungan warga, sehingga menekan volume residu yang dibuang ke TPA.
“Alhamdulillah, kami menerima toren pengolah sampah organik dari Pak Gubernur. Mudah-mudahan ini menjadi fasilitas pendukung TPS3R di wilayah kami dalam mengurangi sampah organik,” ujar Lurah Pakulonan, Dwi Santoso, ditulis Sabtu (31/1/2026).
Pihak Banksasuci Foundation yang terlibat dalam program ini menekankan bahwa pemberian alat harus disertai pendampingan berkelanjutan.
**Baca Lainnya:
DLH Tangsel Beri Bantuan Kendaraan Operasional ke Rumah Kompos Vipamas 2
Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus menilai komitmen Gubernur terlihat dari pendekatan yang tidak hanya berhenti pada bantuan fisik, tetapi juga mendorong perubahan perilaku.
“Bantuan toren pengolah sampah dari Gubernur ini bentuk keseriusan untuk menangani sampah dari lingkup paling bawah. Targetnya jelas, menggeser kebiasaan warga agar bisa mengurangi residu ke TPA. Pendampingan itu maraton, bukan kegiatan sesaat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran berbagai pihak dalam melakukan pemantauan rutin agar fasilitas dapat berfungsi optimal.
Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Banten berharap dapat mengubah paradigma pengelolaan sampah dari pola buang-angkut menjadi pengolahan mandiri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di tingkat komunitas.
Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan warga diharapkan menjadi solusi nyata dalam menangani persoalan sampah di Tangerang Selatan.(eka)










