HitzSerpong – Bazar Ramadan 2026 di Kecamatan Serpong Utara berlangsung meriah, ratusan warga terpantau menyerbu tenant-tenant untuk berbelanja.
Ratusan warga rela antri dari pukul 07.00 WIB untuk mendapatkan sembako yang murah di bawah harga pasar.
Dimana salah satu contoh adalah minyak goreng premium per pouch isi 2 liter yang biasa dijual Rp40 ribu, di Bazar Ramadan ini hanya dijual dengan harga Rp25 ribu per pouch.
Dalam pantauan di lokasi, warga paling banyak mengantri pada tenant Bank BJB, Bapenda, dan PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Tangerang.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan mengaku senang melihat animo di Kecamatan Serpong Utara yang luar biasa.
Pilar menjelaskan bahwa Bazar Ramadan ini untuk meningkatkan daya beli masyarakat, serta untuk memenuhi kebutuhan pokok.
“Seperti minyak, tadi ada juga sembako, cabai, bawang dan lain sebagainya. Lalu juga masyarakat kita sediakan juga seperti snek dan lain sebagainya untuk menjelang lebaran,” ujarnya di lokasi, Kamis (5/3/2026).
Untuk harga sendiri, menurut Pilar, di Bazar Ramadan ini harga komoditas bisa berbeda dari Rp5 ribu hingga Rp20 ribu lebih murah dari harga pasar.
“Seperti tadi saya lihat cabai aja, kalau nggak salah berapa? 1,4 kg atau 1,5 kg tadi ya? Itu harganya Rp5 ribu kalau di pasaran bisa Rp. 11 ribu ya. Terus juga tadi minyak juga harganya bisa selisihnya Rp10 ribu sampai Rp20 ribu,” paparnya.
“Jadi saya rasa ini sangat bermanfaat terutama untuk masyarakat dengan ekonomi penghasilan rendah. Ini sangat sekali bermanfaat,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Serpong Utara, Dahlan menerangkan bahwa ada tenant-tenant besar yang hadir di bazar ini.
Dipaparkannya, seperti Indomaret, BJB, Pegadaian, Transmart, Indah Kiat dan sebagainya.
“Tujuan bazar ini adalah untuk menyesuaikan daya beli kita yang memang dari harga maksimum atau harga yang biasa, itu ada perbedaan sedikit,” jelasnya.
Menurutnya, pemerintah saat ini memikirkan masyarakat Serpong Utara untuk mencapai daya beli, lalu membeli barang di bazar dengan harga minimal atau memiliki selisih lebih murah dari harga biasa.

“Kami beri contoh, Indah Kiat memberikan ikut bazar dari harga hampir Rp40 ribu, minyak dijual Rp30 ribu. Kemudian juga BJB, harga yang sekian harga per 2 liter sekian puluh ribu, dijual Rp25 ribu, semuanya,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Mutiyani yang berasal dari Jelupang mengaku senang karena adanya bazar ramadan ini.
Menurutnya, bazar ramadan ini sangat membantu sekali karena harga yang miring atau lebih murah daripada beli di luar bazar ini.
“Oh, sangat membantu sekali. Harganya sangat miring dibanding di luar sana,” terangnya.
Dirinya memberikan contoh, misalnya telur satu kilo jika beli di luar bazar harga Rp31 ribu, sementara di bazar ini harga hanya Rp23 ribu.
”Iya, telur. Terus kalau minyak di toko hampir Rp40 ribu, paling murah Rp36 ribu. Disini Rp25 ribu, ini sangat membantu sekali,” tutupnya.(ADV)









