HitzSerpong – Sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) dan komunitas sosial menggelar kegiatan pesantren kilat Ramadan bagi anak-anak di kawasan Kampung Pemulung, Jurang Mangu, Tangerang Selatan, Jumat 6 Maret 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 anak dari lingkungan setempat.
Pesantren kilat tersebut merupakan hasil kolaborasi beberapa organisasi dan komunitas, yakni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tangerang Selatan, Sedar, Abang None Tangerang Selatan, Tjokronesia, serta Taman Baca Tangsel.
Kegiatan ini dirancang sebagai upaya memberikan pembinaan moral, pendidikan dasar keagamaan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat sejak dini bagi anak-anak di lingkungan yang membutuhkan.
Baca lainnya:
Bantu Warga Kurang Mampu, Dinsos Tangsel Salurkan PKH untuk 18.023 KPM
Materi Interaktif dan Ramah Anak
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan berbagai materi yang disampaikan secara interaktif dan menyenangkan. Materi yang diberikan meliputi:
· Pembelajaran tentang pola hidup bersih dan sehat
· Pengenalan doa-doa harian
· Pembiasaan amalan-amalan sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari
Kegiatan dirancang dengan pendekatan yang ramah anak sehingga peserta dapat mengikuti rangkaian acara dengan antusias. Para relawan dari berbagai komunitas turut mendampingi anak-anak selama proses belajar berlangsung.
Buka Puasa Bersama Tutup Kegiatan
Pesantren kilat Ramadan ini kemudian ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama antara peserta dan para relawan. Momen tersebut menjadi penutup yang hangat sekaligus mempererat kebersamaan antara komunitas dan masyarakat sekitar Kampung Pemulung.
Para penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus kontribusi nyata dalam memberikan akses pembelajaran dan pembinaan karakter bagi anak-anak di lingkungan yang membutuhkan.
Baca lainnya:
Jalin Silaturahmi Ramadan, IKPP Tangerang Mill Gelar Bukber dengan PWI Tangsel
Kolaborasi lintas komunitas ini menjadi contoh nyata bagaimana semangat kebersamaan di bulan suci dapat diwujudkan dalam aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih dalam hal pendidikan dan pembinaan moral.(eka)









