HitzSerpong – Kelompok Wanita Tani (KWT) Bahagia RW 08 kembali menunjukkan langkah nyata dalam menjaga kedaulatan pangan di tingkat keluarga.
Kali ini, KWT Bahagia meluncurkan program Budidaya Pangan Bergizi yang dikhususkan untuk mendukung kesehatan ibu hamil di lingkungan RW 08, Kelurahan Bugel, Kecamatan Karawaci.
Program ini bertujuan memastikan para ibu hamil mendapatkan akses mudah terhadap bahan pangan segar, organik, dan kaya nutrisi guna mencegah stunting sejak dalam kandungan.
Ketua KWT Bahagia RW 08, Erma Royani mengatakan, inisiatif ini lahir dari kepedulian terhadap kesehatan warga, khususnya dalam masa penting kehamilan.
“Kami ingin memastikan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar terasa manfaatnya sampai ke dapur warga. Dengan menyediakan sayuran organik dan protein dari lingkungan sendiri, kami ingin membantu para ibu hamil di RW 08 mendapatkan asupan gizi terbaik untuk mencetak generasi masa depan yang sehat dan bebas stunting,” ujarnya.
Baca Lainnya:
Kartini Modern di Kota Tangerang, Ribuan Perempuan Berkontribusi Jadi ASN dan PPPK
Tak Sekadar Menanam, Juga Edukasi dan Distribusi
Tidak hanya bertanam, KWT Bahagia juga aktif memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya konsumsi pangan lokal yang beragam dan bergizi.
Hasil panen dari lahan ini kemudian didistribusikan secara berkala kepada ibu hamil di wilayah tersebut sebagai bentuk dukungan sosial dan kesehatan.
“KWT Bahagia bukan sekadar tempat bercocok tanam, tetapi juga wadah saling bantu. Melalui budidaya pangan ini, para ibu di RW 08 membuktikan bahwa perempuan bisa berperan aktif dalam menjaga kesehatan lingkungan sekaligus memperkuat solidaritas antartetangga,” jelasnya.
Baca Lainnya:
Jangan Takut Melapor! UPTD PPA Kota Tangerang Sediakan Layanan Gratis bagi Korban
Inspirasi bagi Wilayah Lain
Langkah nyata KWT Bahagia ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Tangerang untuk mengoptimalkan lahan sempit menjadi sumber pangan yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
Dari halaman rumah, dari kebun kecil, dari kepedulian ibu-ibu, program ini membuktikan bahwa pencegahan stunting bisa dimulai dari dapur sendiri—dengan gotong royong dan cinta terhadap kesehatan generasi penerus bangsa.(eka)












