HitzSerpong – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) menyelenggarakan Forum Diskusi Sejarah (FGD) Kabupaten Tangerang di Hotel Lemo.
Kegiatan ini bertujuan untuk menggali, menyusun, dan meluruskan narasi sejarah daerah secara komprehensif sebagai fondasi membangun masa depan.
Dalam FGD ini, Disperpusip Kabupaten Tangerang menghadirkan tiga narasumber berpengalaman:
· Dr. M. Taufik, M.Si. (Praktisi Kearsipan)
· Prof. Mufti Ali, S.Ag., Ph.D. (Sejarawan)
· Mushab Abdu Asy Syahid, S.Ars., M.Ars. (Akademisi Sejarah)
Kehadiran ketiganya memperkaya substansi dan menjamin akurasi narasi sejarah yang dihasilkan.
Baca Lainnya:
Banksasuci Foundation dan JMSI Banten Tanam 1.000 Pohon dan Tebar Ikan di Situ Cihuni
Asda III Firzada: Sejarah Pengikat Identitas Daerah
Firzada Mahalli, Asisten Bidang Administrasi Umum (Asda III) yang secara resmi membuka acara, menekankan bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan pengikat identitas daerah.
Ia mengatakan bahwa di tengah arus globalisasi, pelestarian arsip statis dan sejarah lokal menjadi sangat krusial agar masyarakat tidak kehilangan arah.
“Sejarah tidak boleh ditulis dari satu sudut pandang saja. Seperti arsip, sejarah harus dirangkai dari berbagai perspektif agar menjadi utuh dan tidak bias,” ujar Firzada.
Target: Diorama Sejarah yang Hidup untuk Generasi Muda
Salah satu target utama dari FGD ini adalah pemanfaatan hasilnya sebagai dasar penyusunan konten diorama sejarah Kabupaten Tangerang. Pemkab Tangerang berupaya menghadirkan sejarah dalam bentuk visual dan ruang edukasi yang lebih hidup, melampaui sekadar teks dalam buku.
Diharapkan, dengan format visual yang menarik seperti diorama, generasi muda akan lebih mudah memahami makna dan nilai sejarah. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga, rasa memiliki, serta tanggung jawab untuk membangun daerah.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat identitas dan budaya Kabupaten Tangerang,” terangnya.
Baca Lainnya:
Penyegelan Gereja di Teluknaga, GEKIRA Tegaskan Persatuan Nasional Harus Tetap Terjaga
Kepala Disperpusip: Sejarah Tangerang Kaya, Perlu Penguatan Data dan Arsip
Di sisi lain, Kepala Disperpusip Kabupaten Tangerang, Nurul Hayati, menegaskan bahwa Kabupaten Tangerang memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan kaya, yang mencerminkan dinamika sosial, budaya, serta perjuangan masyarakatnya dari masa ke masa.
Namun demikian, penyusunan sejarah daerah yang komprehensif dan terstruktur dinilai masih memerlukan penguatan, baik dari sisi data, sumber arsip, maupun kajian ilmiah.
“Salah satu manfaat FGD ini adalah meningkatkan kesadaran pentingnya arsip sejarah sebagai memori kolektif daerah, sekaligus menjadi media pembelajaran dan edukasi yang lebih menarik,” tutupnya.
Dengan langkah ini, Kabupaten Tangerang berharap sejarah tidak lagi terperangkap dalam lembaran buku yang berdebu, melainkan hadir sebagai ruang edukasi interaktif yang membangkitkan rasa cinta tanah air sejak dini.(eka)












