HitzSerpong-Ant International meluncurkan Agentic Mobile Protocol (AMP) sebagai protokol open-source untuk memperkuat infrastruktur pembayaran berbasis kecerdasan buatan (AI) di pasar global.
Langkah ini diambil seiring proyeksi pertumbuhan industri agentic commerce yang diperkirakan mencapai USD 28 miliar pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 46%.
Chief Innovation Officer Ant International, Jiang-Ming Yang, menyatakan bahwa AMP dirancang untuk mempercepat integrasi pembayaran AI di berbagai platform, termasuk dompet digital, aplikasi perbankan, dan super app.
Baca lainnya:
Rayakan HUT Jakarta, Ascott Luncurkan ‘Plesiran di Jakarta’, Staycation Mulai Rp499 Ribu
“Protokol ini akan membantu pelaku usaha memperluas jangkauan ke pasar dengan pertumbuhan tercepat, sekaligus meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi,” katanya.
Dorong Integrasi Pembayaran AI
AMP memungkinkan merchant, platform AI, serta pengembang agen untuk mengintegrasikan fungsi pembayaran langsung ke dalam alur kerja tanpa perubahan sistem yang signifikan.
Kehadiran protokol ini dinilai strategis, mengingat jumlah pengguna dompet digital global telah mencapai 4,4 miliar pada 2025 dan diproyeksikan melampaui 6 miliar pada 2030.
Namun, sebagian besar sistem pembayaran saat ini masih berbasis kartu dan belum sepenuhnya mendukung transaksi berbasis AI.
Efisiensi dan Skala Jadi Kunci
Dari sisi operasional, AMP menawarkan efisiensi melalui pemangkasan proses integrasi hingga 50% dibanding metode konvensional.
Baca lainnya:
Kemnaker–Transjakarta Teken MoU, Buka Akses Kerja di Sektor Transportasi
Selain itu, sistem ini mendukung transaksi mikro antar agen (agent-to-agent/A2A) dengan nilai sangat kecil secara real-time, membuka peluang monetisasi baru dalam ekonomi digital berbasis AI.
Ant International juga mengembangkan sistem keamanan berbasis Know Your Agent (KYA) dan Agent Trust Rating untuk memitigasi risiko dalam transaksi otonom.
Perkuat Ekosistem Global
Implementasi AMP akan ditopang jaringan Alipay+ yang saat ini mencakup lebih dari 40 mitra dompet digital, dengan total 1,8 miliar pengguna dan 150 juta merchant di berbagai negara.
Selain itu, Ant International menjalin kolaborasi dengan perusahaan global seperti Mastercard, Visa, serta Google untuk mengembangkan standar pembayaran AI.
Dengan pendekatan open-source, AMP diharapkan dapat mempercepat adopsi standar pembayaran AI lintas platform sekaligus memperkuat posisi Ant International di pasar teknologi finansial global. (her)






