HitzSerpong – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mengatakan bahwa peluncuran dan pengoperasian Satelit Nusantara Lima merupakan langkah nyata pemerintah memperkuat kedaulatan digital Indonesia di ruang antariksa.
Satelit karya anak bangsa dengan kapasitas terbesar di Asia (160 Gbps) ini diharapkan menjadi game changer konektivitas nasional.
”Kita bangga dan mengapresiasi PT Pasifik Satelit Nusantara serta PT Satelit Nusantara Lima. Ini adalah catatan sejarah bagi Indonesia,” ujarnya dikutip dari laman resmi Kemenkomdigi RI, ditulis Selasa (12/5/2026).
”Dengan Satelit Nusantara Lima, menunjukkan presensi Indonesia, baik di tingkat nasional maupun di kawasan. Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, Indonesia harus hadir di panggung internasional, termasuk ruang antariksa,” tambahnya.
Baca Lainnya:
Hantavirus Jadi Perhatian, Kenali 8 Gejala untuk Deteksi Dini
80 Persen Populasi RI Sudah Terkoneksi, Tantangan Pemerataan ke Wilayah Terluar
Saat ini lebih dari 230 juta penduduk Indonesia (80 persen populasi) telah terkoneksi internet. Namun, Meutya menegaskan bahwa tantangan utama ke depan adalah pemerataan hingga ke wilayah terluar.
“Kita ingin setiap warga, dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Rote hingga Miangas, merasakan manfaat digital yang setara. Tidak boleh ada daerah yang tertinggal,” tegasnya.
Konektivitas Harus Bawa Kesejahteraan dan Lindungi Masyarakat
Meutya menekankan visi pemerintahan Presiden Prabowo: konektivitas bukan sekadar sinyal, tetapi harus membawa pertumbuhan dan perlindungan.
“Tidak ada gunanya membangun konektivitas kalau ujungnya tidak meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi rakyat. Lebih dari itu, konektivitas harus menjaga masyarakat kita. Kita tegas melindungi anak-anak dari kekerasan siber, judi online, radikalisasi, dan berbagai ancaman digital lainnya,” terangnya.
Baca Lainnya:
Ketua DPR: Pemerintah Harus Tepat Beri Informasi Soal Hantavirus, Jangan Sampai Publik Panik
Infrastruktur Strategis Dukung Transformasi Digital Nasional
Ia menambahkan bahwa Satelit Nusantara Lima akan menjadi infrastruktur strategis yang mendukung sekaligus mengamankan agenda transformasi digital nasional.
“Indonesia butuh orang-orang pintar dan orang-orang berani. PSN telah membuktikan keberanian itu. Pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan industri untuk membangun ekosistem digital yang maju, aman, berdaulat, dan berkelanjutan,” tutupnya.
Dengan beroperasinya satelit ini, Indonesia tidak hanya melompat dalam hal konektivitas, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai pemain utama di era digital, dari darat hingga angkasa.(eka)







