HITZ SERPONG-Minat masyarakat terhadap layanan Kereta Panoramic terus menunjukkan tren peningkatan seiring berkembangnya preferensi perjalanan yang mengedepankan pengalaman wisata.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan ini mencatat pertumbuhan pelanggan sebesar 62,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat Kereta Panoramic telah melayani 79.933 pelanggan pada lima bulan pertama tahun 2026, naik signifikan dibanding periode Januari–Mei 2025 yang sebanyak 49.244 pelanggan.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan perubahan pola perjalanan masyarakat, di mana perjalanan dengan kereta api kini tidak lagi sekadar menjadi sarana perpindahan antar kota, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata itu sendiri.
Baca lainnya:
Menkes: Data Akurat Jadi Kunci Penguatan Industri Kesehatan Nasional
Peningkatan minat terhadap Kereta Panoramic sejalan dengan tren pariwisata nasional.
Kementerian Pariwisata mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai 1,09 miliar perjalanan.
Atau tumbuh 18,95 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi pergerakan wisata domestik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Secara global, tren serupa juga terjadi dalam industri pariwisata.
Mastercard Economics Institute melalui laporan Travel Trends 2025: Purpose-Driven Journeys yang dirilis pada 12 Mei 2025 menyebutkan wisatawan kini semakin mengutamakan pengalaman, minat pribadi, dan kualitas perjalanan sebagai faktor utama dalam menentukan destinasi maupun moda transportasi.
Baca lainnya:
Menaker Yassierli: Perempuan Harus Jadi Penggerak Utama Transformasi Dunia Kerja
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan pelanggan Kereta Panoramic menunjukkan adanya perubahan preferensi masyarakat dalam menikmati perjalanan kereta api.
“Perjalanan kini menjadi bagian dari pengalaman wisata. Pelanggan ingin menikmati setiap momen selama perjalanan, termasuk panorama yang dilalui kereta api. Kereta Panoramic hadir untuk memberikan pengalaman tersebut,” ujar Anne, melansir laman Kereta Api Indonesia.
Saat ini Kereta Panoramic hadir dalam rangkaian KA Argo Wilis relasi Bandung–Surabaya Gubeng (PP), KA Turangga relasi Bandung–Surabaya Gubeng (PP).
KA Pangandaran relasi Gambir–Banjar (PP), KA Papandayan relasi Gambir–Garut (PP), serta KA Parahyangan relasi Gambir–Bandung (PP).
Sebagian besar perjalanan tersebut melintasi jalur selatan Pulau Jawa yang dikenal memiliki bentang alam beragam.
Pelanggan dapat menikmati hamparan persawahan, lembah, perbukitan, pegunungan, aliran sungai, hingga panorama pedesaan di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Kereta Panoramic yang kini dikelola KAI Wisata merupakan kereta panoramic pertama di Indonesia.
Sarana ini merupakan hasil modifikasi kereta kelas eksekutif yang dilengkapi kaca panoramic berukuran lebih besar serta automatic sunroof yang memungkinkan pelanggan menikmati pemandangan dari sisi samping maupun bagian atas kereta.
Baca lainnya:
Signify Perkuat Kepemimpinan Global, Philips ArenaVision Gen3.5 Raih Persetujuan FIBA
Dengan kapasitas 38 tempat duduk, pelanggan juga mendapatkan berbagai fasilitas tambahan seperti dedicated train attendant, sajian makan, aneka minuman, layanan hiburan film, serta akses WiFi selama perjalanan.
Anne menambahkan bahwa kondisi geografis Indonesia memberikan nilai tambah tersendiri bagi moda transportasi kereta api dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang unik.
“Jalur kereta api di Indonesia melewati banyak kawasan dengan panorama yang menarik. Melalui Kereta Panoramic, pelanggan dapat menikmati bentang alam tersebut dari sudut pandang yang lebih luas dan nyaman sepanjang perjalanan,” katanya.
Tiket Kereta Panoramic dapat diperoleh melalui aplikasi Access by KAI untuk memudahkan pelanggan merencanakan perjalanan sesuai kebutuhan. (fit)







