HITZ SERPONG-Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat transformasi digital dalam pelayanan publik melalui pengembangan platform Tangsel One dan asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama Helita.
Upaya tersebut diperkuat melalui kegiatan Workshop AI Empowerment Government yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta pemanfaatan teknologi AI di lingkungan pemerintahan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, mengatakan pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik merupakan arahan langsung dari Wali Kota Tangerang Selatan.
Menurutnya, kehadiran Tangsel One tidak hanya ditujukan untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan publik, tetapi juga meningkatkan efektivitas kerja aparatur pemerintah.
Baca lainnya:
Pemkot Tangsel Catat SiLPA 2025 Rp478,59 Miliar, Pendapatan Lampaui Target
“Jadi kegiatan hari ini sebenarnya ini concern langsung dari Pak Wali Kota. Pak Wali itu ingin sekali bahwa layanan pemerintahan kita, khususnya layanan publik, itu menggunakan atau memanfaatkan teknologi digital,” kata Asep di Gedung Puspemkot, Serua, Ciputat, Senin (15/6/2026).
Asep menjelaskan, sekitar satu bulan lalu Pemkot Tangsel telah meluncurkan Tangsel One yang dilengkapi agen AI bernama Helita.
Namun, layanan yang tersedia saat ini masih terus dikembangkan agar dapat mencakup seluruh kebutuhan masyarakat dalam satu platform yang terintegrasi.
“Agennya yang Pak Wali sampaikan kita namakan Helita. Tetapi ini belum menyeluruh, belum semuanya layanan publik. Makanya harapan Wali Kota, seluruh layanan publik,” ujarnya.
Saat ini, layanan perizinan menjadi sektor yang telah terintegrasi sepenuhnya ke dalam sistem. Ke depan, Pemkot Tangsel menargetkan layanan kesehatan, administrasi kependudukan, hingga berbagai layanan publik lainnya dapat diakses melalui Tangsel One.
“Jadi kalau kemarin kita baru untuk layanan perizinan. Pak Wali ingin nanti pelayanan kesehatan, pelayanan kependudukan itu juga masuk ke dalam satu siklus aplikasi, yaitu Tangsel One,” terangnya.
Menurut Asep, masyarakat kini sudah dapat memanfaatkan Helita untuk memperoleh berbagai informasi terkait pelayanan publik.
Baca lainnya:
Peringati Hari Donor Darah Sedunia 2026, Zuri Hotel Management Gelar Donor Serentak
Berdasarkan data Diskominfo, penggunaan Helita masih didominasi pertanyaan mengenai pengurusan dokumen kependudukan, pelaporan kejadian di lingkungan sekitar, serta layanan perizinan.
Bahkan, Helita juga mulai mampu menjawab pertanyaan umum mengenai fasilitas publik maupun rekomendasi lokasi kuliner di Kota Tangerang Selatan.
Asep menambahkan, kemampuan Helita akan terus berkembang seiring bertambahnya data yang dimiliki sistem.
Karena itu, Pemkot Tangsel terus melakukan pengayaan data agar AI dapat memberikan informasi yang semakin akurat dan relevan.
Ia juga memastikan sistem tersebut aman karena hanya mengakses data yang berada di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Baca lainnya:
Populico Hotel Tentrem Jakarta Jadi Destinasi Nobar Sepak Bola dengan Paket Spesial
Untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Tangsel One sengaja dikembangkan berbasis WhatsApp.
Dengan sistem ini, warga tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan maupun membuat akun baru untuk mengakses layanan publik.
“Supaya mereka gak perlu instal aplikasi, gak perlu memasukkan username, password. Cukup dengan buka WhatsApp, akses ke Tangsel One, warga sudah bisa mengakses layanan publik kita yang berbasis AI,” tutupnya. (Eka)







