HITZ SERPONG-Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam upaya memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak dari berbagai risiko sosial yang terus berkembang.
Menurut Benyamin, perlindungan perempuan dan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Melainkan memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat agar tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak serta pemberdayaan perempuan.
“Perempuan dan anak harus mendapatkan perlindungan yang optimal. Mereka berhak hidup, tumbuh, dan berkembang dalam lingkungan yang aman serta terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, maupun perlakuan yang merugikan,” ujar Benyamin, Rabu (17/6/2026).
Baca lainnya:
Sekda Tangsel Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN dalam Bangun Kepercayaan Publik
Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapi perempuan dan anak saat ini semakin kompleks. Selain persoalan kekerasan fisik dan psikis, muncul pula berbagai risiko baru di ruang digital yang memerlukan perhatian dan penanganan bersama.
Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat berbagai upaya pencegahan melalui edukasi, sosialisasi, pendampingan, serta penguatan layanan perlindungan yang mudah diakses masyarakat.
Benyamin menekankan agar korban kekerasan tidak takut untuk melapor. Pemkot Tangsel telah menyediakan layanan hotline Tangsel Siaga 112 serta layanan WhatsApp di nomor 0813-8020-1112 yang dapat dihubungi selama 24 jam.
“Pencegahan harus menjadi fokus utama. Semakin kuat ketahanan keluarga dan semakin tinggi kesadaran masyarakat, maka potensi terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan,” katanya.
Selain penguatan sistem perlindungan, Benyamin juga menyoroti pentingnya literasi digital bagi anak-anak dan orang tua sebagai langkah preventif menghadapi ancaman di ruang digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan baru yang harus diantisipasi melalui pendampingan orang tua dan edukasi yang tepat.
“Perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru. Karena itu, pendampingan orang tua dan edukasi digital menjadi sangat penting agar anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara bijak dan aman,” tuturnya.
Baca lainnya:
Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban, APBD 2025 Tangsel Surplus Rp4,30 Triliun
Ia menambahkan, keberhasilan perlindungan perempuan dan anak hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh elemen masyarakat untuk membangun lingkungan yang peduli, responsif, dan berani melaporkan apabila menemukan indikasi kekerasan maupun pelanggaran hak perempuan dan anak.
Pemkot Tangsel, lanjut Benyamin, akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan perempuan dan anak memperoleh hak-haknya secara optimal, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, maupun kesempatan untuk berkembang.
“Ketika perempuan merasa aman dan berdaya, serta anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan terlindungi, maka kita sedang membangun fondasi yang kuat bagi masa depan Kota Tangerang Selatan. Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus terus kita jaga dan perkuat,” tutupnya. (Eka)













