HITZ SERPONG-Kenduri Festival Volume 3 kembali digelar sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Festival yang mengusung tema “Seba Pondok Karya” itu dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026, di Lapangan Al-Azhar Bintaro, Pondok Karya, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Kepala Divisi Humas Kenduri Festival Volume 3, Angga Suhanda, mengatakan penyelenggaraan festival untuk ketiga kalinya merupakan respons atas tingginya antusiasme masyarakat pada dua gelaran sebelumnya.
Baca lainnya:
GOPTKI Tangsel Kembali Gelar Khitanan Massal, 57 Anak Ikut di RSUD Pondok Aren
“Kami kembali mengadakan Kenduri Festival untuk ketiga kalinya karena kegiatan ini selalu mendapat sambutan dan antusiasme yang sangat positif dari masyarakat,” ujar Angga, Kamis (18/6/2026).
Menurut dia, tema “Seba Pondok Karya” terinspirasi dari nilai-nilai luhur Tradisi Seba Baduy, sebuah warisan budaya yang mengajarkan rasa syukur kepada Tuhan, penghormatan terhadap alam, semangat gotong royong, serta pentingnya menjaga hubungan antarsesama.
Ia menilai nilai-nilai tersebut tetap relevan di tengah perkembangan zaman dan penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak melupakan akar budaya bangsa.
“Festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan nilai kebersamaan, rasa syukur, pelestarian lingkungan, serta penghormatan terhadap tradisi dan budaya Nusantara,” katanya.
Selain menjadi ruang ekspresi budaya, festival ini juga diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
Puluhan pelaku UMKM dijadwalkan terlibat untuk mempromosikan berbagai produk lokal, mulai dari kuliner khas Nusantara hingga produk ekonomi kreatif.
“Kami berharap Kenduri Festival dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik secara sosial, budaya, maupun ekonomi,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan nantinya akan dipublikasikan melalui berbagai platform media sosial, didukung dokumentasi foto, video, hingga siaran langsung guna menjangkau generasi muda di era digital.
Baca lainnya:
Kota Tangerang Pertahankan Dominasi, Kembali Juara Umum POPDA XII Banten 2026
Angga berharap penyelenggaraan festival secara berkelanjutan dapat menjadikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal tetap relevan dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Selama festival berlangsung, masyarakat dapat menikmati beragam pertunjukan seni budaya, karnaval, penampilan komunitas budaya, bazar UMKM, aneka kuliner Nusantara, hingga kegiatan edukatif yang mengangkat isu pelestarian budaya dan lingkungan.
Ia pun mengajak masyarakat untuk hadir dan menjadi bagian dari festival tersebut. “Mari bersama-sama menjadikan festival ini sebagai wadah mempererat persaudaraan, mendukung UMKM lokal, melestarikan budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas bangsa, serta menjadi kebanggaan bersama yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” tutupnya. (Eka)











