HITZ SERPONG-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) bergerak cepat menyikapi adanya penambahan indikator stunting dari kementerian teknis yang membuat angka prevalensi naik dari 9 persen menjadi 10 koma sekian persen.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie memastikan pemerintah daerah memiliki sejumlah langkah strategis untuk menekan angka stunting serendah mungkin.
“Kita intervensi. Pertama, Pak Wakil saya tugaskan menjadi Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting dengan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah, red) yang terkait,” ujar Benyamin.
Baca lainnya:
Peringati Hari Anak Nasional di Tangsel, Benyamin: Fokus Tekan Stunting
Ia menjelaskan, keterlibatan seluruh OPD menjadi penting karena penurunan stunting tidak bisa ditangani oleh satu sektor saja.
Dibutuhkan sinergi lintas bidang, mulai dari kesehatan, pangan, sosial, hingga infrastruktur dasar.
Langkah kedua, Pemkot Tangsel terus mengoptimalkan peran Ngider Sehat dan Kader Posyandu untuk melakukan identifikasi kebutuhan masyarakat secara lebih akurat.
“Ngider Sehat sama Kader Posyandu kita dorong untuk terus melakukan identifikasi kebutuhan masyarakat seperti apa. Misalnya PMT (Pemberian Makanan Tambahan), pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak khusus. Itu kita lakukan,” terangnya.
Benyamin menegaskan bahwa berapapun angka stunting yang tercatat, pemerintah tidak akan berhenti berikhtiar. Target tahun ini adalah menurunkan angka stunting dari 9 persen menjadi 7,5 persen.
Baca lainnya:
Bintang Mobile Legends Kairi Rayosdelsol Jadi Magnet di Jakarta Fair 2026
“Nah, ini berarti semua infrastruktur yang menunjang ke arah itu, termasuk suplai makan dan minumnya, pasarnya, segala macam, ini harus kita benahi,” tutupnya.
Dengan sinergi lintas sektor dan penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas, Pemkot Tangsel optimistis dapat menekan angka stunting secara signifikan demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. (Eka)













