KTNA Banten Raih Juara 2 Nasional di Penas 2026 Lewat Inovasi Industri Kelapa

HITZ SERPONG-Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Banten menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Tim yang dinahkodai Heru Saoping Genpace berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Temu Karya Pekan Nasional (Penas) KTNA 2026 yang digelar di Gor David Toni, Limboto, Gorontalo, 21-23 Juni 2026.

Dalam kompetisi yang akan ditutup langsung oleh Presiden RI pada Rabu besok, Tim Banten yang diperkuat oleh Cahyadi, M. Awaludin, Suherman, dan Yati Yuliati, didampingi Um Setia Jaya, Nurul Ulum, serta Oong Syahroni (Ketua Umum KTNA Banten), tampil memukau dengan mengusung inovasi bertajuk “Transformasi Industri Kelapa dari Hulu ke Hilir Berbasis Teknologi Terkini.”

Heru Saoping Genpace memaparkan bahwa inovasi yang dibawanya merupakan sebuah rintisan ekosistem bisnis terukur dan terstandar yang dirancang khusus untuk menjawab tiga masalah utama pertanian modern saat ini: mitigasi risiko, standardisasi, dan skalabilitas.

Baca lainnya:

Pemkot Tangsel Targetkan Semua Sekolah Terapkan Pendidikan Inklusif untuk ABK

“Kami menghadirkan solusi teknologi berkelas yang terintegrasi, mulai dari penggunaan bibit bebas patogen, manajemen lahan untuk jutaan bibit dalam ruang yang ringkas dan terstandar, hingga sistem irigasi dan nutrisi presisi berbasis nano-mikro,” ujarnya kepada hitzserpong.com.

Hilirisasi Bersertifikat dan Sistem Prediksi Panen Akurasi Tinggi

Tak hanya berhenti di hulu, inovasi ini juga merambah ke aspek hilirisasi bersertifikat yang menjamin mutu produk hingga ke tangan konsumen. Keunggulan lain adalah sistem prediksi panen dengan akurasi tinggi, menjawab tantangan fluktuasi produksi yang kerap dihadapi petani.

“Saat ini kami sedang membangun pilot project ekosistem ini di Banten. Harapan kami, model ini dapat segera direplikasi ke provinsi-provinsi lain di Indonesia, demi mewujudkan ketahanan pangan dan industri kelapa nasional yang berkelas global,” jelasnya.

Inovasi yang digawangi Tim KTNA Banten ini juga telah tervalidasi memberikan dampak positif terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Heru menyebut, pendekatan ekonomi sirkular yang diterapkan selaras dengan pencapaian SDGs poin 1, 2, 3, 4, 5, 8, 12, dan 15.

“Ini adalah wujud nyata usaha go green yang teruji, terukur, dan siap menuju skala global,” tegasnya.

Namun, di atas semua kecanggihan teknologi, Heru menekankan bahwa aspek paling vital adalah Sumber Daya Manusia (SDM).

Untuk itu, pihaknya merancang program pengembangan SDM terstruktur bertajuk “Geentech Academy” dan “Innovation School (Inos)”.

“Kami juga menggagas gerakan Youth Dawn Warrior atau Pejuang Subuh. Ini adalah upaya memuluskan lahirnya Generasi Emas yang tidak hanya sehat dan cerdas, tetapi juga berkelanjutan, membangun ketahanan pilar keluhuran yang alami dan ilmiah,” terangnya.

Baca lainnya:

Animate Beauty Luncurkan 3 Shades Tone Up Day untuk Semua Warna Kulit Perempuan Indonesia

Heru yang merupakan Sekjen Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Tangerang Selatan dan pengusaha agritech milenial menegaskan komitmennya untuk bergerak secara kolaboratif dengan membangun interlinkage kemitraan bersama petani, kelompok tani, KDKP Koperasi, yayasan, dan BUMDes sebagai mitra akselerasi.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Ini ekosistem yang harus dibangun bersama,” imbuhnya.

Dengan prestasi ini, Banten kembali membuktikan diri sebagai salah satu barometer inovasi pertanian di Indonesia, siap menyongsong era baru industri kelapa nasional yang mandiri, berdaya saing, dan berwawasan lingkungan. (Eka)

Ikuti kami di Saluran Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *