HITZ SERPONG-Duo DJ asal Indonesia, DNA yang beranggotakan JayJax dan Mister Aloy, resmi merilis album perdana bertajuk OURORA; sebagai penanda evolusi perjalanan musikal mereka.
Album yang memuat 18 lagu tersebut tidak hanya mempertahankan karakter Indo Bounce yang selama ini melekat pada DNA, tetapi juga menghadirkan eksplorasi ke sejumlah genre musik elektronik lainnya.
OURORA; memadukan unsur techno, dirty dutch, drum and bass, hingga trap dalam satu karya yang dirancang untuk memperlihatkan identitas musik DNA secara lebih utuh.
Baca lainnya:
Universitas BSI Gelar Personality Talk, Bekali Generasi Muda Bangun Personal Branding di Era Digital
Album ini menjadi kelanjutan dari sejumlah single yang telah lebih dahulu diperkenalkan kepada publik, seperti Love Ya, Cowok Red Flag, dan Second Choice.
JayJax mengungkapkan, keinginan untuk merilis album penuh sebenarnya sudah lama dimiliki. Namun, proses produksi baru dimulai secara serius pada September 2023.
“Dari dulu memang ingin merilis musik, tetapi baru memiliki kesempatan untuk menggarap rilisan yang benar-benar direncanakan sejak September 2023. Setelah itu kami merilis single secara bertahap yang kini menjadi bagian dari OURORA,” ujarnya.
Menurut dia, strategi tersebut dilakukan agar pendengar mengenal sisi musikal DNA yang selama ini belum banyak ditampilkan ketika tampil di panggung.
“Melalui album ini kami ingin menunjukkan identitas musik DNA sekaligus mengajak pendengar memahami arah musikal yang akan kami kembangkan ke depan,” katanya.
Tak hanya menawarkan eksplorasi musik, OURORA; juga menghadirkan konsep visual yang saling terhubung dengan isi album.
Ilustrasi sampul karya Elsha Graciella menampilkan matahari terbit yang dipadukan dengan sejumlah elemen simbolis sebagai representasi perjalanan DNA.
Baca lainnya:
DPR Dorong Ojol Roda Dua Diakui sebagai Moda Transportasi Publik
Mister Aloy mengatakan, konsep visual tersebut merupakan gambaran cita-cita sekaligus perjalanan seluruh tim yang terlibat dalam membangun DNA sejak awal.
“Album art ini kami rancang untuk menggambarkan mimpi besar DNA, salah satunya melalui ilustrasi sekumpulan burung yang terbang menuju cakrawala,” ujarnya.
Ia menegaskan, DNA bukan hanya tentang dua personel yang berada di depan panggung, tetapi juga hasil kerja kolektif seluruh tim di belakang layar.
“Album ini merupakan hasil kerja keras semua orang yang telah mendukung DNA sejak awal. Karena itu, OURORA menjadi pencapaian bersama,” katanya.
Dalam proses produksinya, JayJax turut dibantu Gamaliel Abram Pradipta dan Alvagracia Immanuel dalam menyusun komposisi setiap lagu.
Bagi JayJax, merilis album penuh merupakan salah satu pencapaian penting dalam perjalanan bermusik.
“Merilis album penuh merupakan mimpi banyak musisi. Kami senang akhirnya bisa mempersembahkan karya ini kepada publik,” ujarnya.
Ia berharap keseimbangan antara lagu-lagu yang bersifat komersial dan idealisme musikal dapat diterima oleh para pendengar.
“Ada perpaduan antara karya yang mudah dinikmati dan karakter musik yang benar-benar merepresentasikan kami sebagai DJ dan produser,” katanya.
Album OURORA; juga menghadirkan sejumlah kolaborasi dengan musisi lain, di antaranya SYEQY melalui lagu Love Ya, INDAHKUS dalam Second Choice, serta YB (Reza Oktavian) pada lagu Anomali.
Lagu tersebut menjadi karya penuh berbahasa Indonesia pertama dari YB dengan sentuhan BKB, trap, dan unsur suling khas Jawa Timur.
Baca lainnya:
60 Seconds to Tokyo Hadir di Neo+ Airport Jakarta melalui Archipelago Global Flavour Series
Selain itu, PARKZ yang selama ini menjadi MC dalam berbagai penampilan live DNA turut mengisi vokal pada tiga lagu sekaligus menulis seluruh liriknya. Sementara Mister Aloy untuk pertama kalinya terlibat sebagai penulis lirik melalui lagu lOst Together.
Menjelang perilisan album, DNA juga menggelar Press Conference & Exclusive Listening Party di Jakarta untuk memperkenalkan OURORA; kepada media dan para penggemarnya, sekaligus meluncurkan merchandise hasil kolaborasi dengan sejumlah brand.
Melalui album ini, DNA berharap pendengar dapat menerima warna musik baru yang mereka hadirkan di luar identitas Indo Bounce yang selama ini dikenal luas.
“Kami menyadari selama ini DNA identik dengan Breakbeat dan Indo Bounce. Namun, melalui OURORA kami ingin mengajak pendengar menikmati sisi musikal kami yang lebih luas,” tutup JayJax. (Eka)
Ikuti HITZ SERPONG di Saluran Whatsapp







