Battle of The Bartenders Vol. IV di ibis Styles Jakarta Airport Diikuti 22 Bartender Jabodetabek

HITZ SERPONG-ibis Styles Jakarta Airport kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di industri hospitality melalui penyelenggaraan Battle of The Bartenders Vol. IV Mixology.

Kompetisi bartending yang memasuki tahun keempat ini menjadi wadah bagi para bartender untuk mengasah kreativitas, meningkatkan kompetensi, sekaligus memperluas jejaring profesional di industri food and beverage (F&B).

Sebanyak 22 bartender dari berbagai hotel, restoran, kafe, komunitas bartender, hingga institusi pendidikan di wilayah Jabodetabek mengikuti kompetisi yang digelar di ibis Styles Jakarta Airport.

Baca lainnya:

Oleh Soleh Dukung Perpres Nomor 111 Tahun 2025, Penyebaran LGBT Masuk Ancaman Nonmiliter

General Manager ibis Styles Jakarta Airport, Ulil Azmi mengatakan penyelenggaraan Battle of The Bartenders telah menjadi agenda tahunan sejak 2023 sebagai upaya menghidupkan kembali aktivitas industri hospitality pascapandemi Covid-19.

“Ini merupakan tahun keempat kami secara konsisten menyelenggarakan acara ini. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi ajang bagi para bartender untuk saling bertemu, membangun networking, berbagi knowledge, dan mempererat hubungan profesional,” ujarnya.

Menurutnya, konsistensi menjadi faktor utama yang membuat kompetisi tersebut terus berkembang dan mendapat antusiasme tinggi dari komunitas bartender.

Awalnya hanya melibatkan komunitas bartender di Banten, kini berkembang menjadi ajang yang diikuti bartender dari Jakarta, Bogor, hingga kalangan mahasiswa.

“Kuncinya satu, yaitu konsisten. Kami bekerja sama dengan orang-orang yang berkompeten, asosiasi bartender, komunitas, serta berbagai principal dan brand yang memiliki visi sama dalam memajukan industri food and beverage,” ungkapnya.

Meski dikemas dalam bentuk kompetisi, Ulil menegaskan tujuan utama acara bukan semata-mata mencari pemenang.

Menurutnya, bartender masa kini tidak hanya dituntut piawai meracik minuman, tetapi juga mampu menjelaskan konsep dan cerita di balik setiap kreasi yang disajikan.

Salah satu peserta, Ahmad Khoirul mengaku telah mengikuti kompetisi sebanyak tiga kali dan menjadikannya kesempatan untuk memperluas wawasan serta mempelajari tren terbaru dalam dunia mixology.

Nurlaeni peserta lainnya menghadirkan kreasi minuman Golden Archipelago yang terinspirasi dari kekayaan rempah-rempah Nusantara.

“Golden Archipelago menggambarkan Indonesia sebagai negeri penghasil rempah-rempah. Saya ingin menghadirkan cita rasa lokal sekaligus menceritakan sejarah perdagangan rempah Indonesia melalui sebuah cocktail,” jelasnya.

Setelah melalui penilaian dewan juri, panitia menetapkan tiga bartender terbaik:

  • Juara I: Margaretha Ceyline Tumewan (Novotel Tangerang BSD City)
  • Juara II: Achmad Ramadani (Hotel Tentrem Jakarta)
  • Juara III: Akbar Maulana (Jin Yin)

Penyerahan penghargaan turut disaksikan oleh Ketua BPD PHRI Provinsi Banten, Ashok Kumar, yang hadir memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas SDM di sektor perhotelan dan restoran.

Kompetisi ini mendapat dukungan dari berbagai sponsor dan komunitas industri, di antaranya TDH, Vibe, Three Peaks, Blue Agave, Toza, Dome, Diablo IPA, Giffard, Muda Mulia Sentosa.

Baca lainnya:

Komdigi: Tiga dari Lima Anak Memalsukan Usia untuk Akses Media Sosial

Equil, Singaraja, Grand Macnish, Tequila Ranchitos, serta komunitas Banten Beverage Community (BBC), Jakarta Beverage Community (JBC), dan Indonesia Food & Beverage Executive Association (IFBEC) Banten.

Melalui penyelenggaraan yang konsisten, ibis Styles Jakarta Airport berharap Battle of The Bartenders tidak hanya menjadi kompetisi tahunan.

Tetapi juga menjadi wadah kolaborasi yang memperkuat komunitas bartender, melahirkan inovasi di bidang mixology, serta meningkatkan daya saing industri hospitality Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. (Eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *