HITZ SERPONG-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus memperkuat upaya pencegahan stunting sejak tahap paling awal kehidupan dengan mengoptimalkan layanan kesehatan ibu dan anak. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi membangun generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.
Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama perangkat daerah terkait, Pemkot Tangsel mengoptimalkan berbagai intervensi yang berfokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Program tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita di Posyandu, pemberian makanan tambahan bagi sasaran yang membutuhkan, edukasi gizi, hingga pendampingan keluarga berisiko stunting melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Baca lainnya:
Upaya percepatan penurunan stunting juga diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tenaga kesehatan, kader Posyandu, TP PKK, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan setiap intervensi tepat sasaran dan mampu menjangkau masyarakat secara menyeluruh.
Informasi tersebut disampaikan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam keterangan resminya yang dipublikasikan pada Rabu (15/7/2026).
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengatakan pencegahan stunting harus dimulai bahkan sebelum anak dilahirkan.
Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak sebagai langkah strategis menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing.
“Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, memastikan ibu hamil mendapatkan pendampingan, pemenuhan gizi, serta akses layanan kesehatan yang optimal,” ujar Benyamin.
Menurutnya, intervensi sejak dini menjadi kunci agar setiap anak memiliki kesempatan tumbuh secara optimal.
“Dengan intervensi yang dilakukan sejak dini, kita berharap setiap anak di Tangerang Selatan dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkembang secara maksimal,” tambahnya.
Baca lainnya:
Selain memperkuat layanan kesehatan, Pemkot Tangsel juga mengintensifkan edukasi kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita mengenai pentingnya gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif agar risiko stunting dapat dicegah sejak awal.
Benyamin menegaskan, keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Untuk itu, kami mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia dan bersama-sama menjaga kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi lahirnya generasi unggul,” tutupnya. (Eka)













