HITZ SERPONG-Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengungkapkan tantangan besar dalam Sensus Ekonomi (SE) 2026.
Banyaknya kawasan privasi tinggi seperti 34 apartemen, 3 kota mandiri (Alam Sutera, Bintaro, BSD), dan 22 mal membuat proses pendataan tidak mudah.
Baca lainnya:
Kepala BPS Tangsel, Agung Erianto Juliandono mengatakan karakteristik Tangsel dengan hunian eksklusif menjadi faktor lambatnya pendataan.
Petugas tidak bisa door-to-door di apartemen dan perumahan elit. ”Mereka itu sulit. Petugas tidak bisa leluasa melakukan pendataan secara door to door,” ujarnya.
Petugas hanya diperbolehkan masuk pada waktu tertentu dan wajib didampingi keamanan.
Baca lainnya:
Data penghuni tidak diberikan pengelola karena perlindungan privasi. BPS mengoptimalkan pendataan mandiri via QR Code dengan verifikasi NIK, KK, dan nomor HP, namun partisipasi masih minim.
Hingga 7 Agustus, capaian pendataan 72,48 persen atau 411.521 responden. BPS juga melakukan pengawasan kualitas data melalui Tim Garda dan menemukan 503 data anomali yang harus diverifikasi, misalnya rumah listrik 900 watt dengan 3 AC. (Eka)













