Studi AWS Ungkap 40% Pelaku Usaha di Indonesia Telah Adopsi AI

HITZ SERPONG-Gelombang kecerdasan buatan (AI) berikutnya di Indonesia mulai terbentuk.

Studi terbaru AWS bertajuk “Unlocking Indonesia’s AI Potential 2026” menemukan bahwa adopsi AI di Indonesia telah mencapai 40%, seiring laporan pelaku usaha mengenai peningkatan produktivitas dan pendapatan. Kini, peluang utamanya adalah memperluas skala nilai manfaat tersebut.

Studi yang dilakukan oleh Strand Partners ini menyurvei 1.000 pemimpin bisnis dan 1.000 anggota masyarakat umum untuk memetakan bagaimana adopsi AI dan cloud berlangsung di seluruh Indonesia.

Baca lainnya:

Hasilnya menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia tengah memasuki fase berikutnya dalam adopsi AI.

Di antara para pengadopsi AI, 75% melaporkan adanya peningkatan produktivitas, naik dari 68% pada tahun lalu.

Sebanyak 72% menyatakan bahwa AI telah mempercepat siklus inovasi mereka, dan 62% melaporkan pertumbuhan pendapatan yang didorong oleh pemanfaatan AI. Adopsi cloud juga semakin kuat, meningkat menjadi 62% dari 54% pada tahun sebelumnya.

Pelaku usaha terdepan mulai menunjukkan arah perkembangan AI selanjutnya. Organisasi di Indonesia tidak lagi mempertanyakan apakah AI adalah solusi yang tepat.

Mereka kini mempertanyakan seberapa cepat dapat memperluas skalanya, bagaimana mengelolanya secara bertanggung jawab, serta di mana menemukan talenta untuk mendukungnya secara berkelanjutan.

Salah satu contoh nyata penerapan AI ada pada sektor perbankan. hibank, bank digital yang melayani 64 juta usaha mikro dan kecil di Indonesia, membangun AI langsung ke dalam inti bisnisnya, yakni penilaian kelayakan kredit (underwriting), deteksi kecurangan (fraud), hingga layanan pelanggan.

Hasilnya adalah keputusan yang lebih cepat, risiko yang lebih rendah, serta jalan menuju profitabilitas yang tidak dapat dicapai model tradisional pada skala tersebut.

“Kisah AI di Indonesia telah bergeser dari eksperimen menuju eksekusi. Hasilnya berbicara dengan sendirinya. Yang terpenting sekarang adalah mengubah kemenangan-kemenangan awal menjadi transformasi di seluruh perusahaan. Infrastruktur, layanan, dan program pengembangan talenta sudah tersedia. Perusahaan-perusahaan yang bergerak cepat dan tegas akan menentukan arah dekade berikutnya bagi ekonomi digital Indonesia,” ujar Anthony Amni, Country Manager AWS Indonesia.

Perusahaan yang telah mengadopsi agentic AI melaporkan hasil produktivitas yang lebih kuat, dengan 84% di antaranya mencatat peningkatan produktivitas.

Mereka juga menunjukkan manfaat operasional yang lebih canggih: 47% melaporkan pengambilan keputusan dan eksekusi yang lebih cepat, 44% melaporkan peningkatan efisiensi operasional atau produktivitas, serta 38% melaporkan skalabilitas operasional yang lebih baik.

Kesadaran akan agentic AI masih terus berkembang, dengan 38% pelaku usaha menyatakan pernah mendengar istilah tersebut.

Namun sinyal yang lebih penting adalah besarnya minat mereka: begitu konsep agentic AI dijelaskan, sebanyak 58% pelaku usaha menyatakan berencana untuk mengadopsinya atau tengah aktif mempertimbangkan hal tersebut.

Startup AI-native di Indonesia mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 142% dari tahun ke tahun, jauh melampaui rata-rata startup nasional yang sebesar 60%.

Mereka memiliki peluang 4,8 kali lebih besar untuk membukukan pendapatan tahunan di atas US$1 juta. Hampir seluruhnya (97%) memperkirakan bahwa AI akan terus memacu pertumbuhan pendapatan mereka pada tahun mendatang.

Di sektor UKM, perkembangan juga menunjukkan hasil positif. Sebanyak 38% UKM telah mengadopsi AI, dengan 57% di antaranya tengah mengeksplorasi atau bereksperimen, dan 10% telah mengintegrasikannya secara penuh.

Hal ini menunjukkan bahwa sektor UKM mampu mengimbangi langkah perkembangan lanskap bisnis yang lebih luas.

Rey, sebuah perusahaan healthtech, memberikan gambaran nyata dari implementasi ini. Perusahaan tersebut membangun Olvo AI menggunakan Amazon Bedrock untuk mengotomatisasi proses klaim dan menghadirkan layanan kesehatan terintegrasi dalam skala besar.

Keputusan klaim dan penggantian dana yang sebelumnya memakan waktu satu hingga dua minggu, kini dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari sehari. Platform tersebut mampu memproses lebih dari 7.000 klaim per hari untuk melayani lebih dari 500.000 anggota berasuransi.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membangun chatbot omnichannel berbasis AI di atas Amazon Bedrock pada AWS Asia Pacific (Jakarta) Region.

Platform ini menyatukan lima titik kontak ke dalam satu platform untuk membantu tim mengakses informasi pengadaan barang dan jasa secara lebih cepat dan konsisten.

Seiring dengan semakin banyaknya organisasi yang beralih dari tahap eksperimen ke tahap produksi, fondasi-fondasi yang dibutuhkan untuk memperluas skala AI menjadi kian jelas.

Saat ini, 24% perusahaan yang mengadopsi AI melaporkan telah memiliki strategi AI formal, 21% telah menerapkan tata kelola data, dan 17% telah memiliki kerangka kerja AI yang bertanggung jawab.

Pengukuran dampak menjadi salah satu bagian penting dari pergeseran tersebut. Sebanyak 47% pelaku usaha mengidentifikasi pengukuran ROI (Return on Investment) yang andal sebagai salah satu prioritas utama.

Sementara 19% memiliki kerangka kerja jelas untuk menentukan keberhasilan penerapan AI mereka.

Keterampilan juga menjadi area yang tengah mengalami penguatan, dengan 56% organisasi mengidentifikasi kurangnya keterampilan digital dan AI sebagai hambatan dalam mengadopsi atau memperluas pemanfaatan AI.

AWS Asia Pacific (Jakarta) Region memberikan para pelaku usaha akses langsung ke infrastruktur cloud lokal, didukung rencana investasi sekitar US$5 miliar selama 15 tahun.

Baca lainnya:

AWS juga telah melatih lebih dari 1,3 juta orang Indonesia dalam bidang cloud dan keterampilan AI. Pada tahun 2026, AWS mengumumkan kehadiran “IndonesiapandAI” dan program “MAIN”, dua inisiatif pelatihan cloud dan AI gratis dalam bahasa Indonesia untuk setiap tingkat pembelajaran.

Riset ini mengidentifikasi empat prioritas utama untuk fase berikutnya di Indonesia.

Yakni mempercepat kesiapan menyambut agentic AI dan generative AI, khususnya bagi sektor UKM, membangun keyakinan melalui pengukuran ROI yang lebih kuat.

Berinvestasi pada kapabilitas SDM yang berjalan selaras dengan praktik AI yang bertanggung jawab, serta melibatkan para pemimpin sektor industri untuk membagikan pembelajaran praktis. (Fit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *