Stamina Menurun Jangan Salahkan Usia, Diabetes Bisa Datang Diam-diam

HITZ SERPONG-Tubuh sebenarnya tidak pernah berhenti memberi sinyal. Stamina menurun, mudah lelah, perubahan fungsi seksual, hingga kadar gula darah berubah sering dianggap bagian dari proses penuaan.

Padahal, itu bisa menjadi tanda gangguan hormon atau metabolisme yang perlu diperhatikan.

Primaya Hospital melalui Seminar Primaya Metabolic Endocrine 2026 mengingatkan masyarakat untuk lebih peka mengenali sinyal tubuh sebelum berkembang menjadi masalah serius.

Baca lainnya:

Marshell Tendean, Sp.PD-KEMD, FINASIM dari UKRIDA Primaya Hospital, menjelaskan penurunan testosteron pada pria tidak selalu bisa dianggap normal.

“Ketika perubahan seperti mudah lelah, penurunan stamina, atau gangguan fungsi seksual mulai menetap dan memengaruhi kualitas hidup, kondisi tersebut perlu dilihat lebih jauh,” ujarnya.

Data European Male Ageing Study (EMAS) menunjukkan penurunan testosteron semakin nyata setelah usia 50 tahun.

Namun, late-onset hypogonadism (LOH) atau kekurangan testosteron pada pria diperkirakan dialami 2,1 persen populasi, dengan prevalensi meningkat dari 0,1 perseb pada usia 40–49 tahun menjadi 5,1 persen pada usia 70–79 tahun.

Baca lainnya:

Sementara itu, diabetes juga bisa datang tanpa gejala. dr. Khomimah, Sp.PD-KEMD, FINASIM dari Primaya Hospital Bekasi Barat, menegaskan diabetes bukan hanya soal gula darah.

“Diabetes bukan hanya persoalan gula darah. Prosesnya melibatkan berbagai mekanisme dan organ tubuh, sehingga pengelolaannya juga perlu melihat risiko pasien secara menyeluruh,” jelasnya.

Indonesia berada di peringkat kelima dunia untuk prevalensi diabetes usia 20–79 tahun dan peringkat ketiga untuk kasus belum terdiagnosis. (Eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar