HITZ SERPONG-Gunung Api Anak Krakatau mengalami erupsi menerus pada Sabtu 5 September 2026 dini hari, disertai suara gemuruh yang terdengar hingga ke sejumlah wilayah Banten, Jawa Barat, dan Lampung.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria melaporkan erupsi tipe Strombolian yang menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik terus berlangsung sejak 2 Juli 2026.
Baca lainnya:
Pada 5 September pukul 23.07 WIB, erupsi meningkat menjadi menerus dengan fenomena “lava fountain” atau air mancur lava.
“Tinggi kolom erupsi tidak teramati, akan tetapi warna merah menyala semburan erupsi terlihat jelas secara menerus,” ujar Lana.
Status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III (Siaga). Masyarakat dilarang memasuki radius 3 km dari pusat aktivitas.
Badan Geologi memastikan pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau pascaerupsi 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi memicu tsunami.
Baca lainnya:
Masyarakat pesisir Banten dan Lampung diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD setempat.
“Erupsi menerus dalam durasi beberapa jam yang berasosiasi dengan erupsi lava air mancur adalah fenomena umum yang sering terjadi,” tutupnya. (Eka)
Informasi dalam berita ini disusun berdasarkan siaran pers yang dipublikasikan melalui laman resmi Badan Geologi Kementerian ESDM RI.














2 komentar