HITZ SERPONG-Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk membatasi aktivitas di luar rumah.
Dan selalu menggunakan masker serta kacamata jika terpaksa keluar, menyusul erupsi gunung yang masih berstatus Siaga Level III sejak Jumat, 4 September 2026.
Paparan abu vulkanik terdeteksi menyebar ke Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat akibat embusan angin.
Baca lainnya:
Menkes Budi menjelaskan, intensitas abu yang tinggi berisiko memicu gangguan kesehatan akut seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, dan gangguan kulit.
Kelompok anak-anak, lansia, serta penderita penyakit pernapasan dan kardiovaskular kronis menjadi yang paling rentan.
“Kalau tidak ada kegiatan mendesak, usahakan tetap di dalam rumah. Namun, jika harus keluar, pastikan selalu menggunakan masker dan kacamata,” ujar Menkes Budi, ditulis Senin (7/9/2026).
Menkes Budi juga memberikan instruksi penanganan awal jika terpapar abu.
“Kalau debu sudah masuk ke mata, jangan dikucek. Bersihkan dengan air dan bila perlu gunakan obat tetes mata. Semua puskesmas sudah kita siapkan untuk menangani kondisi tersebut,” tegasnya.
Ia juga menyarankan warga segera membersihkan tubuh dan pakaian setelah beraktivitas di luar karena partikel abu vulkanik bersifat tajam.
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Kesehatan telah mengaktifkan Health Emergency Operating Center (HEOC) di tingkat pusat hingga kabupaten/kota terdampak.
Dinas Kesehatan di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat diinstruksikan menyiagakan puskesmas dan rumah sakit selama 24 jam.
Baca lainnya:
Kemenkes juga memastikan kelancaran distribusi logistik medis, termasuk masker medis dan N95, tabung oksigen, konsentrator oksigen, nebulizer, obat ISPA, serta obat tetes dan salep mata dan kulit.
Dalam mitigasi lanjutan, Kemenkes berkoordinasi dengan BNPB, BMKG, dan PVMBG untuk memperbarui data sebaran abu dan kesiapan layanan kesehatan.
“Sekali lagi, jangan panik. Tetap di rumah apabila tidak ada keperluan untuk keluar, gunakan masker dan lindungi mata. Jika mengalami keluhan, segera datang ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” tutupnya. (Eka)
Informasi dalam berita ini disusun berdasarkan siaran pers yang dipublikasikan melalui laman resmi Kemenkes RI.








