HITZ SERPONG-Kebutuhan energi yang terus berkembang mendorong pemerintah memperkuat fondasi kelistrikan nasional melalui pengembangan kapasitas pembangkit dan infrastruktur pendukung.
Dalam agenda Electricity Connect 2026, pemerintah menegaskan rencana pengembangan pembangkit listrik hingga 100 gigawatt sebagai bagian dari upaya menjaga komitmen transisi energi dan mencapai target Net Zero Emission pada rentang 2050 hingga 2060.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan, Indonesia tetap menjalankan agenda transisi menuju Energi Baru Terbarukan meskipun terdapat dinamika global terkait komitmen perubahan iklim.
Baca lainnya:
Dalam pembukaan Electricity Connect 2026, Bahlil menjelaskan pemerintah mendorong peningkatan porsi EBT hingga 70 persen dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik.
“Indonesia tak akan bergeming dan tetap konsisten untuk memenuhi target net zero emission kita di 2050 sampai tahun 2060. Caranya bukan hanya tema, langsung dibuat program konkret. Di RUPTL kita dorong 70 persen energi baru terbarukan dan kita menambah 100 gigawatt,” ujar Bahlil.
Untuk mendukung program tersebut, kebutuhan investasi diperkirakan mencapai USD70 hingga 73 miliar.
Menteri Bahlil menekankan pentingnya kerja sama yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak dengan tetap memperhatikan penggunaan komponen dalam negeri.
Dukungan terhadap rencana pengembangan kelistrikan nasional juga disampaikan Ketua Dewan Pengawas Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia sekaligus Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo.
Ia menegaskan kesiapan sektor ketenagalistrikan dalam menjalankan arahan dan navigasi dari Menteri ESDM.
Darmawan memaparkan, pengembangan infrastruktur listrik nasional mencakup pembangunan kapasitas baru dalam skala besar melalui RUPTL serta pembangunan jaringan transmisi sepanjang 48.000 kilometer sirkuit.
“Jawabannya hanya satu, siap Bapak laksanakan. Epicentrum the new development of energy ada di Indonesia,” tegas Darmawan.
Pengembangan kelistrikan nasional masih membutuhkan penguatan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan investor.
Baca lainnya:
Kebutuhan investasi besar serta pembangunan infrastruktur pendukung menjadi bagian penting dalam memastikan rencana pengembangan energi berjalan sesuai arah kebijakan.
Melalui penyelenggaraan Electricity Connect 2026, pemerintah mendorong terbentuknya ruang kerja sama antara berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pengembangan sektor energi.
Forum tersebut dihadiri ribuan delegasi, ratusan pembicara, serta peserta pameran dari dalam dan luar negeri. (Eka)













