ARTOTEL Cibubur Hadirkan Immanence, Pameran Tunggal Yahya Rifandaru

HITZ SERPONG – ARTOTEL Living World Kota Wisata – Cibubur kembali menghadirkan karya seni kontemporer dengan mempersembahkan Immanence, sebuah solo exhibition oleh seniman Yahya Rifandaru. Dikurasi oleh Eiarti.id, pameran ini mengajak pengunjung untuk menelusuri hubungan antara manusia, hewan, alam, waktu, dan kesadaran ekologis melalui praktik melukis yang berkembang dari pengamatan terhadap kehidupan sehari-hari.

Immanence berlangsung pada 2 Oktober 2026 hingga 10 Januari 2027 di Artspace, G Floor, ARTOTEL Living World Kota Wisata – Cibubur, dan terbuka untuk umum tanpa biaya masuk. Kehadiran pameran ini menjadi bagian dari komitmen ARTOTEL Living World Kota Wisata – Cibubur dalam menghadirkan ruang seni yang dapat diakses secara lebih luas oleh publik.

Baca Lainnya:

Dalam pameran ini, hewan hadir sebagai salah satu elemen yang konsisten dalam karya Yahya. Bukan semata-mata sebagai simbol, hewan menjadi bagian dari pengalaman dan pengamatan terhadap kehidupan yang terus bergerak. Fragmen tubuh, wajah, hewan, tumbuhan, dan ruang kemudian berkelindan membentuk narasi visual yang membuka ruang bagi berbagai interpretasi.

Dicky Panjaitan, General Manager ARTOTEL Living World Kota Wisata – Cibubur, menyampaikan bahwa Artspace merupakan bagian dari komitmen hotel untuk terus menghadirkan seni sebagai bagian dari pengalaman yang dapat dinikmati dan diakses oleh lebih banyak orang. Melalui Immanence, pihaknya ingin menghadirkan bukan hanya sebuah pameran, tetapi juga ruang untuk berhenti sejenak, mengamati, dan membangun perspektif baru mengenai hubungan manusia dengan lingkungan di sekitar.

Baca Lainnya:

“Kami berharap artspace dapat terus menjadi ruang yang mempertemukan seniman, komunitas, dan publik dalam pengalaman yang meaningful dan relevan,” ucapnya.

Melalui kehadiran pameran seperti Immanence, artspace tidak hanya menjadi ruang untuk memamerkan karya, tetapi juga menjadi tempat terjadinya percakapan antara seniman dan penonton, antara karya dan interpretasi, serta antara seni dan kehidupan sehari-hari.(uci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI