HITZ SERPONG – Pemerintah terus memperluas akses layanan kesehatan melalui Program Cek Kesehatan Gratis sebagai salah satu langkah nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, program ini menjadi bagian dari upaya Transformasi Bangsa melalui penguatan layanan kesehatan preventif.
Diluncurkan pada Selasa (10/2/2026) sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat, CKG menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dari kelompok usia bayi baru lahir hingga warga lanjut usia.
Baca Lainnya:
Pemeriksaan berlangsung melalui Puskesmas, kegiatan berbasis komunitas, dan sekolah, dengan jenis pemeriksaan disesuaikan menurut kelompok usia dan kebutuhan kesehatan.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga 29 Desember 2025, sebanyak 70,29 juta penduduk telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Program ini telah menjangkau seluruh 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
Memasuki 2026, jumlah peserta terus bertambah. Hingga akhir Juli, sebanyak 73,8 juta penduduk telah menjalani pemeriksaan.
Jumlah tersebut terus bertambah hingga awal Oktober 2026, ketika Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 105.073.600 penduduk telah mengikuti CKG, atau sekitar 80,6 persen dari target 130.344.650 peserta sepanjang tahun 2026.
Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada World Economic Forum di Davos, Swiss, 22 Januari 2026, menegaskan bahwa CKG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas nasional sekaligus mengurangi beban biaya kesehatan di masa mendatang.
“Ini adalah program peningkatan produktivitas. Para ahli saya menyatakan bahwa dalam jangka panjang, kita akan menghemat miliaran dolar AS,” ujar Presiden Prabowo.
Manfaat deteksi dini mulai terlihat dari berbagai temuan pemeriksaan. Pada Agustus 2026, Kementerian Kesehatan melaporkan sekitar satu juta kasus baru hipertensi dari pemeriksaan ulang terhadap 9,2 juta peserta.
Pemeriksaan ulang terhadap 8,3 juta peserta juga menemukan 188 ribu kasus baru diabetes.
Perhatian serupa diberikan kepada kesehatan anak melalui CKG di sekolah. Hingga Agustus 2026, program ini telah menjangkau sekitar 15,2 juta siswa.
Baca Lainnya:
Karies gigi menjadi salah satu masalah kesehatan paling banyak ditemukan, dialami sekitar 40,9 persen anak sekolah yang diperiksa, selain anemia, gangguan tekanan darah, dan obesitas.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan CKG tidak berhenti pada proses skrining, tetapi dilanjutkan dengan pencegahan dan penanganan terintegrasi secara gratis.
Pemerintah menyediakan pengobatan gratis selama 15 hari pertama bagi peserta yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan, sebelum dilanjutkan melalui mekanisme Jaminan Kesehatan Nasional. (Eka)
Informasi dalam berita ini disusun berdasarkan siaran pers yang dipublikasikan melalui laman resmi Kemensetneg RI








