HitzSerpong-Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mendorong peningkatan literasi kesehatan mental di kalangan remaja melalui pendekatan promotif dan preventif di lingkungan sekolah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bedah Buku: Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis bagi First Aider di Sekolah yang digelar di Aula Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi, Jakarta, Kamis (23/4), sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi Kemenkes.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa luka psikologis pada remaja kerap tidak terlihat, namun memiliki dampak besar jika tidak ditangani dengan tepat.
Baca lainnya:
Standar Singapore Paincare Masuk Indonesia, Klinik GP+ Fokus Terapi Nyeri Minimal Invasif
“Sering kali kita tidak tahu harus berbuat apa ketika yang terluka adalah perasaan. Di sinilah pentingnya kemampuan pertolongan pertama pada luka psikologis,” ujar Dante, dikutip dari laman resmi Kemenkes.
Berdasarkan data Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022, sekitar satu dari tiga remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental dalam satu tahun terakhir.
Selain itu, gejala depresi dan kecemasan pada remaja tercatat hampir lima kali lebih tinggi dibandingkan kelompok usia dewasa.
Baca lainnya:
Menurut Dante, keterampilan pertolongan pertama pada luka psikologis tidak memerlukan keahlian khusus, melainkan kepedulian dan keberanian untuk hadir serta mendengarkan tanpa menghakimi.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 peserta yang terdiri dari siswa, guru, dan perwakilan lintas sektor, serta menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran kesehatan jiwa di lingkungan pendidikan. (her)










