HitzSerpong-Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penanganan sampah kini menjadi prioritas nasional pemerintah.
Hal tersebut disampaikan saat meninjau fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) Banyumas, Selasa (28/4), berdasarkan keterangan resmi yang dirilis laman Presiden RI.
Kepala Negara menyebut, model pengelolaan sampah seperti TPST BLE mulai diadopsi oleh berbagai daerah. Bahkan, sedikitnya 13 kabupaten di Jawa Tengah telah mengembangkan sistem serupa.
Baca lainnya:
“Pemerintah pusat akan mendorong dan memberikan bantuan langsung untuk mengembangkan serta meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah,” kata Presiden, sebagaimana dikutip dari laman resmi Presiden RI.
Presiden juga menargetkan pengendalian sampah secara nasional dapat dicapai dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan.
“Pengolahan sampah sekarang menjadi prioritas nasional. Dalam 2–3 tahun kita harus kendalikan sampah seluruh Indonesia,” tegasnya.
Selain itu, Presiden mengapresiasi target Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam mewujudkan konsep zero waste to money pada 2028. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci pencapaian target tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden turut meninjau inovasi hasil pengolahan sampah, termasuk produksi genteng yang dinilai ekonomis dan berpotensi dimanfaatkan dalam program bantuan perbaikan rumah.
Baca lainnya:
Remaja Rentan Depresi, Kemenkes Dorong Literasi Kesehatan Mental di Sekolah
Presiden juga menekankan pentingnya penggunaan material bangunan yang lebih sehat dan estetis, serta mendorong pengurangan penggunaan seng yang mudah berkarat.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian integral pembangunan nasional, tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. (her)












