KAI Transformasi Stasiun Gambir Jadi Hub Transportasi Terintegrasi di Jakarta

HITZ SERPONG-PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat transformasi Stasiun Gambir sebagai salah satu hub transportasi utama di Jakarta.

Dalam keterangan resmi PT Kereta Api Indonesia, pengembangan dilakukan secara bertahap untuk menghadirkan layanan perjalanan yang lebih nyaman, terintegrasi, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan kawasan sekitarnya.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa pengembangan Stasiun Gambir tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran Stasiun Manggarai sebagai simpul transportasi utama.

Baca lainnya:

“Gambir kami siapkan sebagai gerbang utama KA Jarak Jauh di pusat kota sekaligus terhubung dengan kawasan Monas dan jaringan transportasi publik Jakarta. Sementara Manggarai tetap menjadi simpul utama perpindahan antarlintas. Keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi,” ujar Bobby.

Berlokasi di pusat ibu kota, Stasiun Gambir memiliki posisi strategis karena berada di dekat kawasan Monumen Nasional (Monas), pusat pemerintahan, perkantoran, hotel, hingga berbagai destinasi wisata.

Melalui transformasi tersebut, pelanggan diharapkan dapat menikmati perjalanan yang lebih seamless, mulai dari tiba di stasiun, berpindah moda transportasi, hingga melanjutkan aktivitas di pusat Jakarta.

Saat ini, Stasiun Gambir melayani 34 perjalanan kereta api jarak jauh setiap hari atau sekitar 78 aktivitas naik turun pelanggan. Di sisi lain, jalur layang stasiun tersebut dilintasi 326 perjalanan Commuter Line Bogor Line setiap harinya.

KAI menyatakan layanan naik dan turun penumpang KRL di Stasiun Gambir masih dalam tahap kajian. Implementasinya akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kesiapan infrastruktur, kapasitas lintas, serta integrasi antarmoda.

Transformasi ini menjadi respons terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat Jabodetabek. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah perjalanan Commuter Line Jabodetabek meningkat lebih dari 58 persen, dengan Bogor Line menjadi lintas tersibuk.

Kondisi tersebut mendorong KAI meningkatkan kapasitas layanan, termasuk pengembangan peron di Stasiun Bogor untuk mendukung operasional rangkaian kereta yang lebih panjang.

Baca lainnya:

Selain meningkatkan layanan transportasi, KAI juga mengembangkan konsep Modern Station & Lifestyle Hub yang mengintegrasikan fungsi mobilitas, budaya, dan gaya hidup dalam satu kawasan.

Rencana pengembangan mencakup konektivitas dengan TransJakarta, MRT, jalur pedestrian menuju Monas, area kuliner, ritel, lounge, hotel, ruang pertemuan, rooftop park, hingga ruang publik yang lebih nyaman.

“Kami ingin pelanggan merasakan kemudahan sejak memasuki stasiun, mengetahui dengan jelas alur perjalanan, berpindah moda dengan mudah, hingga menikmati fasilitas yang semakin lengkap. Itulah pengalaman yang sedang kami bangun di Gambir,” kata Bobby.

Pengembangan tersebut juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengoptimalkan aset sekaligus meningkatkan pendapatan non-farebox melalui sektor ritel, hospitality, kuliner, dan layanan komersial lainnya.

Saat ini, kawasan Stasiun Gambir telah dihuni 132 tenant dari berbagai kategori usaha. Ke depan, pengembangan area komersial diproyeksikan menghadirkan ratusan unit usaha baru yang berpotensi membuka sekitar 500 hingga 1.000 lapangan kerja.

Baca lainnya:

Direktur Keuangan dan Umum KAI Indarto Pamoengkas mengatakan transformasi layanan didukung kondisi keuangan perusahaan yang semakin kuat.

“Sepanjang Tahun Buku 2025, total aset KAI Group mencapai Rp105,43 triliun, sementara laba tahun berjalan sebesar Rp2,28 triliun. Kondisi ini memberikan ruang bagi perusahaan untuk terus berinvestasi pada keselamatan, keandalan operasional, dan peningkatan layanan pelanggan,” ujar Indarto.

Bobby menambahkan, pengembangan Stasiun Gambir bukan sekadar menghadirkan stasiun modern, tetapi juga menciptakan ruang publik yang terintegrasi dengan kehidupan kota.

“Kami ingin setiap pengembangan menghadirkan manfaat nyata. Gambir kami siapkan menjadi stasiun yang lebih mudah diakses, nyaman digunakan, terintegrasi dengan pusat Jakarta, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian kawasan,” tutupnya. (Fit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *