HITZ SERPONG-Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus memperluas edukasi literasi digital kepada masyarakat.
Tidak terbatas pada pelajar tetapi juga menyentuh komunitas santri, remaja masjid, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat di tingkat kewilayahan.
Kepala Diskominfo Kota Tangsel, Tb. Asep Nurdin mengatakan literasi digital menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat, terlebih dengan hadirnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence.
Baca lainnya:
“Literasi digital bukan hanya soal bisa menggunakan teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan teknologi secara bijak, mampu memilah informasi, dan tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” ujar Asep, ditulis Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya memiliki kemampuan menggunakan perangkat dan aplikasi digital.
Masyarakat harus memiliki kemampuan memahami informasi, melakukan verifikasi, menjaga keamanan data pribadi, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Untuk kalangan santri dan pemuda, literasi digital diarahkan pada pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran, pembuatan konten positif, pemanfaatan AI, hingga pengembangan kreativitas dan produktivitas.
Sementara di tingkat kewilayahan, literasi digital diarahkan agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi untuk memperoleh informasi benar, mengakses layanan pemerintah, menyampaikan aspirasi, serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi.
“Kita ingin literasi digital ini hadir sampai ke masyarakat. Bukan hanya di ruang-ruang pelatihan atau lingkungan pemerintahan, tetapi juga masuk ke pesantren, komunitas pemuda, masjid dan lingkungan kewilayahan,” jelasnya.
Diskominfo juga mendorong digitalisasi masjid yang tidak hanya untuk akses internet, tetapi juga menjadikan masjid sebagai ruang edukasi, informasi dan pemberdayaan masyarakat.
Baca lainnya:
Asep menegaskan perkembangan teknologi harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Teknologinya akan terus berkembang. Karena itu, kemampuan masyarakat juga harus terus kita tingkatkan. Jangan sampai teknologi berkembang cepat, tetapi kemampuan kita dalam menggunakannya tidak ikut berkembang,” tutupnya.
Dengan pendekatan tersebut, transformasi digital di Kota Tangerang Selatan diharapkan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diikuti dengan peningkatan kecakapan masyarakat. (Eka)













