HITZ SERPONG-Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat II, Ade Rezki Pratama, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pondok Pesantren H. Nadist, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Jumat 11 September 2026.
Kegiatan ini dihadiri para santri, ustaz dan ustazah, pengurus pondok, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.
Baca lainnya:
Dalam kesempatan itu, Ade Rezki mengingatkan kembali empat pilar yang menjadi fondasi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Empat pilar ini ibarat tiang rumah kita bersama. Kalau tiangnya kokoh, rumahnya aman dan nyaman untuk semua penghuninya. Tugas kita, terutama anak-anak muda dan para santri, adalah menjaga agar tiang itu tetap kuat,” ujar Ade Rezki.
Ia menegaskan, nilai-nilai agama dan nilai kebangsaan berjalan seiring. Menurutnya, pesantren sejak dulu telah menjadi benteng moral dan persatuan bangsa, bahkan sejak masa perjuangan kemerdekaan.
“Santri itu bukan hanya pandai mengaji, tapi juga cinta tanah air. Di Ranah Minang kita kenal falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Nilai itu sejalan dengan Pancasila. Jadi, jadi santri yang taat agama sekaligus jadi warga negara yang baik itu tidak bertentangan, justru saling menguatkan,” jelasnya.
Ade Rezki juga mengajak para santri dan masyarakat mendukung program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, ketahanan pangan, dan kesejahteraan rakyat, termasuk program Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak sekolah dan santri.
“Pemerintah sedang bekerja keras menyiapkan generasi emas Indonesia 2045. Anak-anak kita harus sehat, cerdas, dan berakhlak. Mari kita dukung bersama, karena keberhasilan program pemerintah adalah keberhasilan kita semua,” tuturnya.
Ia pun berpesan agar generasi muda bijak menggunakan media sosial, tidak mudah terpancing berita bohong, serta menjauhi hal-hal yang dapat memecah belah persatuan.
Baca lainnya:
Pimpinan Pondok Pesantren H. Nadist menyampaikan terima kasih atas kehadiran Ade Rezki.
Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan kebangsaan santri dan memperkuat rasa cinta tanah air sejak dini.
“Kita boleh berbeda suku, bahasa, dan latar belakang, tapi kita tetap satu: Indonesia. Dari pesantren ini, mari kita nyalakan semangat persatuan untuk Indonesia yang lebih maju,” tutupnya. (Eka)













