HitzSerpong-Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk rutin melakukan deteksi dini penyakit hati melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Langkah tersebut dinilai penting mengingat penyakit hati kronis masih menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia dan sering kali baru terdeteksi saat telah memasuki stadium lanjut.
Kementerian Kesehatan RI terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hati kronis melalui perluasan skrining dan deteksi dini di masyarakat.
Upaya ini menjadi semakin penting karena diperkirakan sekitar 70 juta penduduk Indonesia mengalami penyakit hati kronis.
Secara global, penyakit hati kronis menyebabkan sekitar 2 juta kematian setiap tahun. Lebih dari separuh kasus kematian tersebut berkaitan dengan infeksi Hepatitis B dan Hepatitis C yang sering kali tidak terdeteksi hingga memasuki tahap lanjut.
Baca lainnya:
Whoosh Catat Rekor 126 Ribu Penumpang Saat Long Weekend
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan penyakit hati merupakan ancaman serius karena berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas. Akibatnya, banyak penderita baru mengetahui kondisinya setelah mengalami sirosis maupun kanker hati.
“Penyakit hati kronis memiliki prevalensi yang tinggi. Karena itu kita harus memperkuat strategi promotif dan preventif. Kerja di area pencegahan jauh lebih murah dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan pengobatan pada tahap lanjut,” kata Menkes Budi dalam forum Healthy Liver Awareness for Indonesia bertajuk “Bicara Tentang Hati: Solid Habit, Strong Liver” di Aula Siwabessy, Gedung Prof. Dr. Sujudi, Jakarta, Selasa (2/6).
Menurut Menkes, deteksi dini menjadi kunci utama untuk mencegah penyakit berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
Saat ini, cakupan skrining hepatitis di Indonesia diperkirakan baru mencapai sekitar 10 persen, masih jauh dari target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menargetkan 90 persen kasus hepatitis terdeteksi dan 80 persen mendapatkan pengobatan.
Baca lainnya:
LG Gandeng MINHO SHINee dan SHIN YE EUN dalam Kampanye Gaya Hidup Korea di Asia Tenggara
“Jangan merasa sehat lalu tidak mau diperiksa. Banyak penyakit kronis, termasuk penyakit hati, berkembang tanpa gejala selama bertahun-tahun. Ketika gejala muncul, sering kali penyakit sudah berada pada tahap lanjut,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan deteksi dini, skrining penyakit hati kini telah diintegrasikan ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis.
Pemeriksaan meliputi deteksi Hepatitis B melalui HBsAg serta penilaian fibrosis hati menggunakan metode APRI berbasis pemeriksaan darah.
Selain memperluas skrining, pemerintah juga memperkuat langkah pencegahan melalui imunisasi Hepatitis B bagi tenaga kesehatan, pemberian profilaksis antivirus kepada ibu hamil dengan Hepatitis B untuk mencegah penularan kepada bayi, serta penerapan kebijakan Nutri-Level mulai tahun 2026.
Kebijakan Nutri-Level diharapkan dapat membantu masyarakat mengendalikan konsumsi gula, garam, dan lemak yang menjadi faktor risiko penyakit hati akibat gangguan metabolik.
Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Prof. dr. David Handojo Muljono, mengatakan banyak kasus Hepatitis B kronis tidak terdeteksi karena berlangsung tanpa gejala.
Oleh sebab itu, perluasan akses skrining dan pengobatan di layanan kesehatan primer menjadi sangat penting untuk mencegah perkembangan penyakit menjadi sirosis maupun kanker hati.
Baca lainnya:
Jawab Tren Belanja Modern, MODENA Tambah 5 Home Center Baru di Indonesia
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Andi Saguni mengatakan, kegiatan Healthy Liver Awareness for Indonesia bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan hati melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin.
“Melalui kegiatan ini kami juga menyediakan layanan skrining kesehatan hati berupa pemeriksaan HBsAg, anti-HCV, penilaian skor APRI, dan FibroScan. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan literasi masyarakat sekaligus memperkuat deteksi dini penyakit hati,” ujar Andi.
Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan menjadikannya sebagai kebiasaan tahunan untuk menjaga kesehatan.
Semakin dini penyakit terdeteksi, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang optimal. (her)













