Perdagangan Indonesia-Taiwan Capai Rp55,78 Triliun pada Awal 2026

HITZ SERPONG-Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat nilai perdagangan Indonesia dengan Taiwan mencapai USD 3,10 miliar atau sekitar Rp55,78 triliun (kurs Rp17.995 per dolar AS) sepanjang Januari hingga April 2026.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke Taiwan tercatat sebesar USD 1,59 miliar.

Sedangkan impor dari Taiwan mencapai USD 1,51 miliar, sehingga Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar USD 80 juta.

Baca lainnya:

Episode Love Story 4.0 Hadir di Hotel Episode Gading Serpong, Libatkan 35 Vendor Pernikahan

Dilansir dari laman Kemendag, total nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 9,95 miliar sepanjang 2025, dengan ekspor Indonesia ke Taiwan sebesar USD 5,54 miliar dan impor Indonesia dari Taiwan sebesar USD 4,4 miliar.

“Oleh karena itu, Indonesia meraih surplus USD 1,13 miliar,” kata Puntodewi.

Produk pangan Indonesia mencatatkan potensi transaksi senilai USD 5 juta atau sekitar Rp89,5 miliar melalui partisipasi Paviliun Indonesia dalam Food Taipei Mega Show 2026, pameran makanan dan minuman internasional terbesar di Taiwan yang berlangsung pada 24–27 Juni 2026 di Taipei.

Menurut Puntodewi, capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar Taiwan terhadap produk pangan asal Indonesia.

Potensi transaksi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara KDEI Taipei, Kemendag, GAPMMI, Akademi Mudah Ekspor (AME), pelaku usaha Indonesia, serta berbagai mitra strategis di Taiwan.

Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Arif Sulistiyo menjelaskan Taiwan adalah pasar strategis dengan jumlah penduduk sekitar 23 juta jiwa dan daya beli tinggi.

Paviliun Indonesia menghadirkan lebih dari 20 pelaku usaha dengan produk unggulan seperti sarang burung walet, boga bahari, makanan ringan berbahan buah, mi rendah kalori, madu, kopi, rempah-rempah, saus dan bumbu premium, gula kelapa sagu, serta berbagai produk olahan perikanan.

Baca lainnya:

Komdigi: Tiga dari Lima Anak Memalsukan Usia untuk Akses Media Sosial

Selama empat hari, Paviliun Indonesia dikunjungi sekitar 500 pengunjung. Produk paling menarik perhatian meliputi sarang burung walet, boga bahari, makanan ringan sehat, saus dan bumbu premium, rempah-rempah, mi instan sehat, serta gula kelapa sagu.

Pandangan serupa disampaikan pemilik Novio Indonesia, Nunik. Menurutnya, Taiwan memiliki potensi untuk menjadi pintu masuk dalam memperluas pemasaran produknya ke pasar internasional.

“Saya tidak menyangka antusiasme calon buyer di Taiwan sebesar ini. Kami sangat puas dan senang. Taiwan bukan hanya pasar yang menjanjikan, tetapi juga dapat menjadi hub untuk memperluas jaringan bisnis ke pasar internasional,” tutupnya. (Eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *