HITZ SERPONG-Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengajak keluarga Indonesia menghidupkan kembali budaya menonton bersama sebagai bagian dari upaya membangun ruang digital yang aman, sehat, dan edukatif bagi anak.
Dilansir dari laman resmi Komdigi RI, Nezar menjelaskan bahwa pengalaman menikmati tayangan bersama keluarga tidak hanya mempererat hubungan antaranggota keluarga, tetapi juga menjadi sarana pendampingan orang tua dalam mengenalkan konten yang sesuai bagi anak.
Menurutnya, di tengah disrupsi teknologi, pengalaman menonton perlahan menjadi semakin individual.
Gadget membuat manusia menikmati berbagai hal sendirian, bahkan ketika keluarga berkumpul di meja makan, sering kali masing-masing sibuk dengan perangkatnya sendiri.
Baca lainnya:
“Karena itu, budaya menonton bersama menjadi penting untuk mengembalikan kedekatan dalam keluarga,” ujar Wamen Nezar dalam acara Netflix Family Festival 2026 World of Wonder di Jakarta Pusat, ditulis Minggu (12/7/2026).
Menurut Nezar, kebiasaan menonton bersama atau co-viewing memiliki nilai yang lebih besar dibanding sekadar aktivitas hiburan.
Melalui kebersamaan tersebut, orang tua dapat berdialog dengan anak, memberikan penjelasan atas tayangan yang disaksikan, sekaligus menanamkan nilai-nilai positif.
“Di situlah proses edukasi berlangsung. Menonton bersama menjadi ruang interaksi keluarga yang mempererat hubungan sekaligus membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak,” tuturnya.
Wamen Nezar menjelaskan konsep co-viewing juga sejalan dengan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Regulasi ini bertujuan memastikan anak memperoleh pengalaman digital yang aman melalui pembatasan akses berdasarkan usia serta penyediaan konten yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Ia mengapresiasi langkah Netflix dalam memperkuat pelindungan anak di ruang digital, mulai dari penyediaan fitur kontrol orang tua (parental tools), pengembangan kanal khusus Kids and Family, hingga penyelenggaraan Netflix Family Festival yang bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.
Baca lainnya:
“Ini merupakan kontribusi positif dalam membangun ekosistem digital yang lebih ramah anak. Inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa pelindungan anak di ruang digital membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, platform digital, pelaku industri kreatif, dan keluarga,” katanya.
Selain menghadirkan pengalaman menonton bersama keluarga, festival tersebut juga membuka ruang pengembangan kapasitas bagi para kreator melalui berbagai kelas bersama praktisi industri animasi dan perfilman internasional.
“Saya mendapat kabar bahwa film Indonesia saat ini sedang berkembang sangat baik dan mampu bersaing di pasar nasional. Ini momentum yang harus dimanfaatkan untuk terus memperkaya konten-konten lokal yang aman ditonton bersama keluarga, ramah anak, sekaligus mengandung nilai-nilai pendidikan dan inspirasi,” tutupnya. (Eka)









