Harga Minyak Goreng Naik di Sejumlah Daerah, DPR Minta Pemerintah Segera Bertindak

HitzSerpong – Kenaikan harga minyak goreng di sejumlah daerah menuai perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, meminta pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk mengendalikan harga demi melindungi daya beli masyarakat.

Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), harga rata-rata minyak goreng nasional pada pekan ketiga April 2026 mengalami kenaikan dari Rp19.358 per liter menjadi Rp19.592 per liter.

Kenaikan ini terjadi pada berbagai jenis, mulai dari minyak goreng curah hingga kemasan premium.

Baca Lainnya:

Gen Z Makin Rajin Baca, DPR RI: Jangan Sia-siakan Momentum Berharga Dongkrak Literasi

Sementara itu, berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) dari Kementerian Perdagangan per 22 April 2026:

· Harga minyak goreng sawit kemasan premium mencapai Rp21.827 per liter, naik 0,14 persen dari hari sebelumnya.
· Harga minyak goreng curah juga mengalami kenaikan menjadi Rp19.501 per liter.

Minyak Goreng Kebutuhan Pokok, Tekanan Langsung ke Rumah Tangga

Nasim menilai kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya, minyak goreng merupakan kebutuhan pokok yang digunakan hampir di setiap rumah tangga di Indonesia.

“Kenaikan harga ini akan langsung menekan pengeluaran masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah,” ujarnya dikutip dari laman resmi DPR RI, ditulis Jumat (24/4/2026).

UMKM Kuliner Terancam, Efek Berantai ke Inflasi

Ia juga menyoroti dampak lanjutan terhadap sektor usaha kecil, khususnya UMKM kuliner. Kenaikan harga minyak goreng membuat biaya produksi melambung, yang berpotensi menekan margin keuntungan para pelaku usaha.

Dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu:

· Kenaikan harga makanan di pasaran
· Penurunan daya beli masyarakat
· Penurunan omzet UMKM
· Peningkatan potensi inflasi bahan pangan

“Efek berantai bisa terjadi, mulai dari penurunan omzet UMKM hingga meningkatnya potensi inflasi bahan pangan,” tambah politisi Fraksi PKB ini.

Baca Lainnya:

Meutya Hafid Tegaskan Perlindungan Anak di Ruang Digital Harus Dimulai dari Keluarga

Solusi Jangka Pendek: Operasi Pasar dan Distribusi Lancar

Sebagai solusi jangka pendek, Nasim mendorong pemerintah untuk segera menggelar operasi pasar guna menjaga stabilitas harga.

Selain itu, pemerintah diminta memastikan distribusi minyak goreng tetap lancar sehingga masyarakat dapat memperoleh harga yang terjangkau.

“Pemerintah harus hadir untuk menjaga keseimbangan harga dan memastikan kebutuhan pokok tetap bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutupnya.

Dengan langkah yang cepat dan tepat, diharapkan tekanan terhadap daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan dan pelaku UMKM, dapat segera diredam.(eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI